AYOJAKARTA.COM - Jonathan Latumahina, ayah dari David Ozora yang merupakan korban penganiayaan mario Dandy Satriyo mengungkap fakta baru yang cukup mengejutkan publik.
Ayah David Ozora tersebut membeberkan beberapa kejanggalan yang ia temukan dalam kasus Mario Dandy Satriyo.
Soal hal-hal janggal dalam kasus Mario Dandy Satriyo disampaikan oleh Jonathan Latumahina saat berbincang dengan jurnalis senior Aiman Witjaksono.
Baca Juga: Terungkap! Otak-atik Hukum Mario Dandy, Ada Rencana Tersembunyi Sebelum Sidang
Dikutip AyoJakarta.com sesi wawancara tersebut kemudian diunggah oleh Aiman di akun Tiktok pribadinya @aimanwitjaksonoofficial pada Jumat, (9/6/23).
Dalam sesi wawancara tersebut, Jonathan Latumahina mengungkapkan soal adanya sosok “invisible hand” dalam, kasus tersebut.
“Eksklusif saya wawancarai ayah David Ozora soal invisible hand dalam kasus ini!” keterangan yang ditulis oleh akun Tiktok @aimanwitjaksonoofficial.
Jonathan menuturkan ketika dirinya berada di Rumah Sakit Mayapada ia didatangi oleh tiga orang yang tak dikenalnya.
“Ada tiga orang, saya kira polisi waktu itu, karena di situ juga ada polisi, Rumah Sakit Medika, Permata Hijau kemudian deketin saya,” terang Jonathan Latumahina.
Ayah David Ozora tersebut kemudian menceritakan pengakuan ketiga orang tersebut, “Pak saya dari pihak pelaku.”
Aiman Witjaksono lantas bertanya, “Tegap-tegap?”
Kemudian dijawab oleh Jonathan Latumahina jika saat itu dirinya langsung menginterogasi ketiga orang berbadan tegap tersebut.
“Orangnya tegap-tegap, ada tiga orang itulah kenapa saya langsung teriakin mereka, kamu siapa kamu Angkatan ya? Kalau kamu Angkatan matra apa kamu, dari mana. Siapa bosmu saya tanya itu,” beber Jonathan.
Baca Juga: Digelar Pekan Depan, Pihak Mario Dandy Minta Sidang Lanjutan Langsung ke Pemeriksaan Saksi
“Pas saya teriak-teriak itu langsung pada datang kan terus mereka enggak, enggak saya bukan dari mana-mana saya hanya mewakili keluarga Mario Dandy,” ucap Jonathan menirukan jawaban tiga orang berbadan tegap tersebut.
Aiman lalu kembali bertanya, “Kelihatan bawa senjata misalnya?”
“Enggak, enggak,” jawab Jonathan.
Baca Juga: Sempat Dipamerkan Mario Dandy, Motor Harley Davidson Milik Rafael Alun Trisambodo Kini Disita KPK
Saat Aiman bertanya berapa lama ketiga orang tersebut menemui Jonathan, “Berapa lama mereka di sana? Itu kejadian malam ya?”
Jonathan Latumahina lalu menjelaskan, “Malam hari, dia cabut itu pas kita pada bikin laporan jadi seharian ya.”
Rupanya tiga orang berbadan tegap tersebut tetap menunggu Jonathan Latumahina seharian.
Baca Juga: Momen Ayah David Ozora Soraki Mario Dandy 'Penguasa Jaksel' Saat Sidang
“Iya dan saya diajak ketemu tuh sampe dua kali waktu itu,” terang Jonathan.
Aiman Witjaksono menanyakan kembali maksud dari kedatangan tiga orang berbadan tegap tersebut kepada Jonataha.
“Minta supaya ini diputihkan? Minta supaya tidak dikasuskan?” tanya Aiman Witjaksono.
Lalu dibenarkan oleh Jonathan Latumahina dengan mengatakan, “Iya, berapapun dia bilang gitu.”
“Maksudnya dia siap bayar?” tanya Aiman memastikan lagi.
“Iya berapapun bayarannya kita yang tanggung, kalau perlu kita ke rumah sakit yang terbaik, saya langsung mikir ini saya teriak-teriak begini di depan saya ada penyidik dari Polsek, saya teriak-teriak seperti itu tapi ya responnya (penyidik) ya biasa aja,” beber Jonathan.
Baca Juga: Pakar Hukum Pidana Asep Iwan Irawan Sentil Kejanggalan Proses Peradilan Mario Dandy: Mainnya Kasar
Rupanya sosok invisible hand yang dimaksud oleh Jonathan Latumahina adalah tiga orang berbadan tegap tersebut.
Di mana ketiganya diutus oleh keluarga Mario Dandy agar Jonathan Latumahina tidak mengkasuskan tindak penganiayaan yang sudah dilakukan terhadap David Ozora.***

Share this article
Jonathan Latumahina ada tiga orang berbadan tegap dari pihak Mario Dandy yang menghampirinya, siap bayar berapapun agar tak dikasuskan.