AYOJAKARTA.COM – Pasca kebakaran Depo Pertamina Plumpang pada Jumat, 3 Maret 2023, sejumlah pihak menginkan langkah konkret dari pemerintah untuk menghindari kembali terjadinya kebakaran di lain waktu.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan bahwa Depo Pertamina Plumpang akan dipindahkan.
Berbeda dengan Erick Thohir, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa warga di sekitar Depo Pertamina Plumpang harus dipindah.
Luhut beralasan bahwa zona di sekitar Depo Pertamina Plumpang masuk ke dalam buffer zone dan tidak layak untuk dihuni.
Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga mengatakan bahwa berdasarkan kondisi di lapangan, sekitar 10-20 meter dari tembok Depo Pertamina Plumpang menjadi lokasi yang terdampak paling parah.
Ia menambahkan bahwa lokasi yang terkena dampak kebakaran paling parah harus menjadi buffer zone.
Nirwono Joga menjelaskan bahwa jarak ideal dari buffer zone kurang lebih 100-500 meter dari tembok Depo Pertamina Plumpang.
Baca Juga: Berbeda dengan Erick Thohir, Luhut Pandjaitan Minta Warga yang Pindah Bukan Depo Pertamina!
Tetapi, ia juga menerangkan bahwa ketika kejadian, uap panas kebakaran Depo Pertamina Plumpang bisa tercium hingga 1 km, dan tidak menutup kemungkinan bahwa buffer zone akan berjarak 500 meter – 1 km.
“Berdasarkan informasi di lapangan kemarin, saat kejadian uap panasnya itu bisa tercium sampai dengan 1 km,” jelas Nirwono, dikutip dari siaran MetroTV pada Selasa, 7 Maret 2023.
“Jadi kalau lihat dari situ, tidak tertutup kemungkinan jarak 500 meter sampai 1 km itu yang harusnya dioptimalkan sebagai daerah penyangga atau buffer zone kalau pilihannya depo tetap dipertahankan,” tambahnya.
Pakar tata kota dari Universitas Trisakti tersebut memperkirakan akan ada 1000 rumah yang akan terdampak apabila yang akan direlokasi adalah warga dengan luas buffer zone sebesar 500 meter.
Baca Juga: Kronologi Pegawai Pajak Bursok Anthony Marlon Sampai Desak Menkeu Sri Mulyani Mundur!
Lebih lanjut Ia menjelaskan, apabila lebar buffer zone menjadi 1 km maka akan ada 200 rumah yang harus direlokasi atau dua kali lipat dari lebar buffer zone 500 meter.
“Jadi lebar jarak buffer zone akan menentukan berapa rumah yang akan direlokasi, berapa rumah susun yang akan dibangun, dan berapa lama akan dibangun karena kita bicara soal waktu jika kita melihat kondisi di lapangan,” pungkas Nirwono Joga.***

Share this article
Pasca kebakaran Depo Pertamina Plumpang, pengamat sebut akan ada 1000 rumah yang terdampak relokasi.