AYOJAKARTA.COM – Kasus pembunuhan berencana Brigadir J yang melibatkan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo sudah memasuki babak akhir, yakni vonis hakim.
Dalam hal ini, Ferdy Sambo telah dituntut oleh JPU dengan pidana seumur hidup penjara.
Banyak sekali statement yang berkembang soal terdakwa Ferdy Sambo.
Tak terkecuali sang peramal sekaligus content creator, Denny Darko yang meramal kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua lewat kartu tarotnya.
Baca Juga: Gempa Susulan M 4.4 Guncang Wilayah Kota Jayapura Papua, Getarannya Terasa Hingga Kabupaten Jayapura
Alih-alih meramal, Denny Darko yakin bukan sambo yang merencanakan pembunuhan ini.
Denny menduga, ada orang yang yang sampai saat ini masih dilindungi.
“Saya memiliki keyakinan bahwa Ferdy Sambo ini bukanlah orang yang menentukan semuanya, tetapi ada orang lain yang saya pikir disini, mohon maaf, saya dug aini masih dilindungi,” kata Denny Darko.
Orang misterius tersebut merupakan juru kunci di balik kasus pembunuhan ini.
Dikatakan Denny Darko, orang tersebut tidak menginginkan pembunuhan ini terjadi.
Jika bersuara, maka hal itu akan melibatkan banyak orang yang sebelumnya tidak memiliki catatan kejahatan.
“Ini adalah orang-orang yang jika nanti sang juru kunci ini bernyanyi, ini adalh orang-orang yang akan terkena dan terimbas secara nyata dan langsung,” ungkap Denny.
“Dan ini akan melibatkan banyak orang dengan nama terbaik yang mungkin saja tidak memiliki catatan kejahatan di dalamnya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Denny menyinggung uang Rp100 triliun yang ada di rekening Brigadir J.
“Tetapi bayangkan uang Rp100 triliun, mungkin ikut memiliki atau ada di sekitarnya, dan ini mungkin akan memberikan magnitude yang lebih besar dibandingkan 90 lebih oknum Polisi yang terjerat kasus ini,” ungkap lain Denny Darko.
Berkenaan dengan hal tersebut, Denny lantas menyoroti Putri Candrawathi yang diduga mempunyai rahasia dibalik pembunuhan berencana ini.
Baca Juga: Anne Ratna Mustika Terlibat Masalah hingga Dilaporkan ke BKN? Ternyata Langgar Aturan Berikut
“Kunci dari semua ini adalah Ibu PC. Nah, jika ancaman tuntutan ini besar kepada Ibu PC, mungkin akan bisa menguak kasus ini seluas-luasnya,” ucap Denny.
Tidak hanya itu Denny curiga Ferdy Sambo merupakan versi lain dari Bharada E dengan satu tingkat yang lebih tinggi.
“Jangan-jangan Ferdy Sambo pun ini adalah versi lain dari Eliezer, dengan satu tingkat yang mungkin lebih besar dan lebih tinggi dari atas sana,” pungkas Denny.***

Share this article
Kasus pembunuhan berencana Brigadir J yang melibatkan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo sudah memasuki babak akhir, yakni vonis hakim.