AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan Brigadir J yang dari awal penuh skenario Ferdy Sambo hingga kini masih menjadi sorota.
Terlebih usai Bharada E berbalik arah dan membongkar adanya skenario yang dibuat oleh Ferdy Sambo.
Awalnya memang Bharada E mengikuti skenario yang dibuat oleh Ferdy Sambo dan menjadikannya sebagai tersangka utama.
Baca Juga: Ngeri! 7 Sesar Aktif Teridentifikasi Mengelilingi Kabupaten Cianjur, Simak Penjelasan BMKG
Namun kini Ferdy Sambo mengaku salah dalam membuat skenario pasca pembunuhan Brigadir J yang tewas di rumahnya di Duren Tiga.
Ia bahkan mengaku jika skenario yang dibuatnya tersebut adalah untuk membantu melepaskan Bharada E.
Hal ini diungkapkan dalam sidang lanjutan obstruction of justice dengan statusnya sebagai saksi mahkota.
"Waktu itu kemudian penembakan ini bisa membantu atau melepaskan Richard," ujar Sambo pada Kamis (5/1/2023).
Kini usai mengaku soal adanya skenario, Ferdy Sambo mengaku menyesal sudah menyeret ajudannya tersebut.
Baca Juga: Ferdy Sambo Buat Jaksa Heran Soal CCTV yang Tidak Ada Tujuan Akhir: Apa Maksudnya?
"Itu yang saya sesali terus," ucap Sambo.
Kepercayaan Diri Ferdy Sambo
Meski menyesali, Ferdy Sambo mengaku sempat percaya diri dengan skenario yang sudah dibuatnya.
Hal ini juga ditanyakan oleh hakim di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang berlangsung hingga malam hari.
"Baik, saudara tadi mengatakan sangat percaya diri, percaya diri dalam hal apa?," tanya hakim.
Pada saat kejadian di 8 Juli 2022, diungkap jika ada kejadian tembak menembak antara kubunya dengan Brigadir J.
Hal ini membuatnya percaya diri dan bisa melakukan pembelaan terhadap pasal yang dianggapnya bisa menyelamatkan mereka dari hukuman.
"Dalam hal pembuat skenario itu. Ada tembak menembak. Ini berarti perlawanan ada di Perkap 1 2009 tentang penggunaan kekuatan, ini bisa masuk Yang Mulia," ucap Sambo
Namun ia juga mengaku jika saat itu ia dalam kondisi marah, sehingga skenario pertama itulah yang akhirnya diungkap ke publik.
"Itu pemikiran pertama saudara?," tanya hakim lagi.
"Pemikiran pertama," tegas Sambo
"Sehingga saudara tak memikirkan hal-hal lain yang bisa saja timbul di situ?," cecar hakim.
"Saya waktu itu memang emosi dan amarah mengalahkan logika saya dan saya lupa saya ini siapa waktu itu dan dampak terhadap institusi saya lupa Yang Mulia," ungkap Sambo mengakhiri.***

Share this article
Awalnya memang Bharada E mengikuti skenario yang dibuat oleh Ferdy Sambo dan menjadikannya sebagai tersangka utama.