AYOJAKARTA.COM - Kisruh pembunuhan Brigadir J yang diduga dilakukan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi kini makin panas.
Antara pihak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dan Bharada E kerap kali menyampaikan pernyataan yang berbeda soal peristiwa pembunuhan Brigadir J.
Salah satunya adalah soal terjadinya pembunuhan Brigadir J yang terjadi di rumah Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang disebut dilakukan oleh Bharada E.
Baca Juga: Wajib Tahu! 5 Ramalan Jayabaya Tahun 2023, Nomor 1 Bikin Merinding!
Kini Bharada E berbalik arah dan menyampaikan yang sesungguhnya, tak lagi mengikuti skenario dari Ferdy Sambo.
Bharada E mengungkapkan berbagai hal menarik soal Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dalam persidangan.
Salah satunya adalah saat Putri Candrawathi yang mengaku ada di dalam kamar saat penembahan Brigadir J, baru keluar usai dijemput Ferdy Sambo.
Padahal, menurut Bharada E, Putri Candrawathi ikut membersihkan jejak DNA Ferdy Sambo dari barang milik Brigadir J.
Hal ini juga didukung dengan bukti kuat yang disampaikan pengacara Bharada E, Ronny Talapessy.
Baca Juga: Pulau Jawa Disebut akan Terbelah Menjadi Dua, Akankah Ramalan Jayabaya Menjadi Nyata?
"Terkait dengan DNA, kemarin klien saya menyampaikan, membersihkan barang almarhum Yosua, kemudian PC sampaikan untuk dibersihkan dulu barang tersebut," ungkap pengacara ini.
Ternyata, Putri Candrawathi diduga khawatir dengan adanya jejak DNA Ferdy Sambo yang mungkin tertinggal.
"Takutnya ada bekas DNA dari Ferdy Sambo," tambahnya seperti dikutip AyoJakarta.com dari YouTube MetroTV News.
Ternyata hal ini juga bisa dibuktikan oleh timnya saat berada di persidangan.
Sesuai dengan pernyataan Ricky Rizal atau Bripka RR yang juga membenarkan hal tersebut.
"Itu juga terungkap di persidangan, Ricky Rizal mengiyakan saat ditanyakan," jelasnya.
Tak hanya sampai di sana, saksi ahli DNA saat sidang tertutup berlangsung, bagaimana cara menghilangkan jejak DNA.
Disebutkan Ronny Talapessy jika ahli DNA tersebut mengatakan jika jejak DNA bisa dihilangkan.
Ronny Talapessy juga membahas soal hasil poligraf Bharada E yang bernilai positif dan dinilai jujur.
Padahal saat pemeriksaan berlangsung, Bharada E juga kelelahan dan kurang istirahat, sama seperti terdakwa lainnya.
"Richard Eliezer berkata jujur, walaupun klien saya diperiksa kurang istirahat, tapi dia menyampaikan semua jujur," tandas Ronny Talapessy.
Baca Juga: Bikin Putri Candrawathi dan Sambo Terpojok, Ahli Bongkar Siapa Saja yang Banyak Bohong
Berbeda dengan pihak Putri Candrawathi yang menggunakan alasan lelah dan kurang istirahat sehingga nilai paragrafnya bernilai negatif.
Sehingga ia menegaskan jika sosok yang berbohong selama kasus ini bergulir adalah Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo.
"Bahwa yang berbohong Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi," ucapnya mengakhiri dengan tegas.***

Share this article
Salah satunya adalah saat Putri Candrawathi mengaku ada di dalam kamar saat penembahan Brigadir J, baru keluar usai dijemput Ferdy Sambo.