AYOJAKARTA.COM - Kamaruddin Simanjuntak menyampaikan saat mempelajari WhatsApp Brigadir J yang pernah dikirimkan kepada Putri Candrawathi.
Begitu juga dengan sebaliknya, Putri Candrawathi membalas pesan Brigadir Joshua, sebelum Yosua meninggal.
Kamaruddin Simanjuntak menyebut sikap Putri Candrawathi sangat kompak dan baik kepada bawahannya.
Bahkan istri Ferdy Sambo itu juga sempat memuji Brigadir J yang cekatan dan tangguh.
Hal itulah yang mendasari kuasa hukum keluarga Brigadir Joshua mengatakan hal ini.
Diungkapkan Kamaruddin Simanjuntak dalam sebuah kanal YouTube medcom.id.
"Tidak ada wanita yang habis diperkosa memuji-muji pria yang memerkosanya sebagai pria yang tangguh, cekatan, multitalenta," ujar Kamaruddin.
Tak hanya itu, menurut Kamaruddin keduanya tinggal bersama di rumah yang sama.
Bahkan kuasa hukum keluarga Brigadir Joshua tersebut mengatakan Yosua dicari-cari untuk dicurhati selama 15 menit.
"Pada tanggal 7 sampai tanggal 8 mereka hidup bersama, tinggal di rumah itu," ungkap Kamaruddin.
Baca Juga: Kaesang Pangarep Menikah, Felicia Tissue Lakukan Ini hingga Dibanjiri Doa
"Bahkan Joshua dicari-cari untuk curhat 15 menit, kemudian tanggal 8 pulang bersama dari Magelang menuju Jakarta," tambahnya.
Kemudian diduga pembunuhan itu sudah terencana, disebutkan Kamaruddin salah satunya ketika Kuat Maruf membawa pisau untuk menghabisi Joshua.
Namun, Joshua masih berkirim pesan kepada Putri Candrawathi meminta agar senjatanya dikembalikan.
Menurut Kamaruddin Simanjuntak, semua bukti percakapan antara keduanya terdapat di handphone Brigadir J.
Akan tetapi Kamaruddin mengungkap ponsel tersebut sudah dihilangkan oleh Ferdy Sambo.
Agar tidak terlihat antara Brigadir Joshua dan Putri Candrawathi sering berkirim pesan.***

Share this article
Kemudian diduga pembunuhan itu sudah terencana, disebutkan Kamaruddin salah satunya ketika Kuat Maruf membawa pisau untuk menghabisi Joshua.