AYOJAKARTA.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan di enam wilayah DKI Jakarta pada Maret 2023.
Persentase kemiskinan di masing-masing wilayah DKI Jakarta masih bervariasi.
Wilayah dengan persentase kemiskinan tertinggi adalah Kepulauan Seribu, yakni sebesar 13,13%. Sementara itu, wilayah dengan persentase kemiskinan terendah adalah Jakarta Selatan, yakni sebesar 3,10%.
Baca Juga: Diancam di Media Sosial, Anies Baswedan Minta Pelaku Diberi Pembinaan
Berikut adalah data persentase kemiskinan di enam wilayah DKI Jakarta tahun 2023
1. Kepulauan Seribu 13,13 persen atau berjumlah 3470 jiwa.
2. Kota Jakarta Selatan 3,10 persen atau berjumlah 71.900 jiwa.
3. Kota Jakarta Timur 4,20 persen atau berjumlah 124.220 jiwa.
4. Kota Jakarta Pusat 4,68 persen atau berjumlah 42.780 jiwa.
5. Kota Jakarta Barat 4,09 persen atau berjumlah 109.490 jiwa.
6. Kota Jakarta Utara 6,78 persen atau berjumlah 125.980 jiwa.
Penghitungan kemiskinan tingkat kabupaten/kota ini menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach) dalam mengukur kemiskinan.
Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.
Sumber data yang digunakan untuk menghitung kemiskinan di tingkat kabupaten/kota tahun 2023 adalah data Susenas Konsumsi Pengeluaran Maret 2023.
Sedangkan penimbang yang digunakan dalam penghitungan kemiskinan kabupaten/ kota tahun 2023 ini menggunakan hasil proyeksi penduduk dari data Survei Penduduk Antar Sensus 2015 (SUPAS 2015).
Baca Juga: 8 Kota Terbersih di Indonesia hingga Meraih Penghargaan Adipura Kencana, Cek Apa Ada Kotamu?
Faktor Penyebab Peningkatan Kemiskinan
Peningkatan persentase penduduk miskin di DKI Jakarta disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung selama dua tahun telah berdampak negatif terhadap perekonomian masyarakat, sehingga menyebabkan peningkatan jumlah penduduk miskin.
Pandemi COVID-19 telah menyebabkan banyak masyarakat kehilangan pekerjaan atau mengalami penurunan pendapatan.
Hal ini membuat mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar, sehingga menyebabkan mereka menjadi miskin.
Selain itu kenaikan harga kebutuhan pokok juga turut berkontribusi terhadap peningkatan persentase penduduk miskin.
Kenaikan harga kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, dan daging, telah membuat pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan pokok meningkat.
Hal ini membuat masyarakat yang memiliki pendapatan rendah semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan dasar, sehingga menyebabkan mereka menjadi miskin.
Baca Juga: 3 Rahasia Rumah Tangga Awet Kata dr Aisah Dahlan, Salah Satunya Minta Duit ke Suami Loh!
Upaya Pemerintah untuk Menangani Kemiskinan
Pemerintah DKI Jakarta telah mengambil berbagai upaya untuk menangani kemiskinan, antara lain dengan memberikan bantuan sosial, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Sejahtera (KJS), dan Kartu Lansia Jakarta (KLJ).
Program bantuan sosial ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat miskin untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Tak cuma memberi, pemerintah juga melakukan pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha.
Program pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat miskin untuk mencari nafkah, sehingga mereka dapat keluar dari kemiskinan.
Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta.

Share this article
Berikut adalah data persentase kemiskinan di enam wilayah DKI Jakarta tahun 2023 benarkah Jakarta Selatan paling tinggi?