AYOJAKARTA.COM - Hasil elektabilitas tertinggi, dua mantan gubernur Jakarta yaitu Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diisukan akan rematch di Pilgub Jakarta 2024.
Terkait dengan adanya wacana Anies Baswedan akan kembali lawan Ahok di Pilgub Jakarta 2024 mendatang, PKS akhirnya angkat suara.
Melalui Sekjen PKS, Muhammad Iqbal, mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik siapapun itu untuk bertarung di Jakarta asalkan memenuhi syarat.
Baca Juga: Jumat Berkah! 4 Bansos Dipercepat Pencairannya Mulai Hari Ini, Termasuk BPNT Juli-Agustus 2024
Ia mengatakan jika semakin banyak nama yang akan maju di Pilgub Jakarta 2024, akan memberikan banyak pilihan bagi warga Jakarta.
Muhammad Iqbal mengatakan jika sampai saat ini Anies Baswedan masih mendominasi berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas.
Sebagai petahana, ia yakin jika Anies Baswedan memiliki peluang besar untuk dalam kontestasi politik di Jakarta.
Menyandingkan Anies Baswedan dengan Sohibul Iman, pihaknya optimis akan menjadi lebih kuat dan bisa menang di Jakarta.
"Menyandingkan Anies Baswedan Dengan Sohibul Iman, tentu saja akan lebih kuat. Dan kami optimis untuk bisa menang," ungkap Muhammad Iqbal dikutip dari YouTube Kompas TV pada Sabtu, 20 Juli 2024.
Terkait isu politik SARA yang pernah muncul saat Anies lawan Ahok di Pilgub 2017, Muhammad Iqbal mengatakan bahwa kejadian tersebut muncul karena ada penyebabnya.
Baca Juga: 5 Ide Usaha dengan Modal Kecil, Bisa untuk Bisnis Jangka Panjang
"Tidak mungkin ada reaksi tanpa ada aksi. Selagi Pak Ahok tidak melakukan aksi, maka tidak akan ada reaksi," ujar Sekjen PKS tersebut.
Pihaknya melihat bahwa politik yang terjadi di tahun 2017 bukan murni politik identitas, namun karena ada ucapan yang merusak kebhinekaan.
Ia juga meminta jangan hanya menyalahkan reaksi yang muncul pada Pilgub 2017, namun salahkan juga atas adanya aksi yang muncul. ***

Share this article
PKS optimis bahwa Anies Baswedan nanti akan menang di Pilgub Jakarta 2024 melawan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.