PKS Akan Tinggalkan Anies Baswedan dan Berpaling ke Cagub Lain, Ini Penyebabnya

Anies Baswedan, yang sejak awal diusung oleh PKS sebagai salah satu kandidat kuat dalam Pilgub Jakarta, merespons tenang isu saat ini.
Anies Baswedan, yang sejak awal diusung oleh PKS sebagai salah satu kandidat kuat dalam Pilgub Jakarta, merespons tenang isu saat ini.

AYOJAKARTA.COM - Situasi politik di Jakarta semakin memanas menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024.

Salah satu isu yang menarik perhatian adalah sinyal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang akan menarik dukungannya terhadap bakal calon gubernur (Cagub) Jakarta, Anies Baswedan.

Isu ini tentu menimbulkan spekulasi di kalangan publik dan pengamat politik mengenai masa depan koalisi yang saat ini mendukung Anies.

Anies Baswedan, yang sejak awal diusung oleh PKS sebagai salah satu kandidat kuat dalam Pilgub Jakarta, merespons dengan tenang.

Menurutnya, semua partai politik yang terlibat dalam Pilgub Jakarta sedang mencari solusi terbaik untuk memastikan kemenangan di ajang tersebut.

Anies juga menegaskan keyakinannya bahwa PKS dan partai-partai lainnya akan tetap bekerja sama untuk mengamankan posisi Jakarta bagi calon yang mereka dukung.

Baca Juga: 5 Ide Lomba 17 Agustus untuk Bapak-Bapak yang Seru dan Meriah, Merias Istri Hingga Tebak Harga

Dalam sebuah pernyataan, Anies menyampaikan bahwa partai-partai politik akan mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh pengurus tingkat daerah.

"Saya percaya bahwa aspirasi rakyat Jakarta akan terus dijaga karena semua partai mendapatkan kursi itu berdasarkan aspirasi dari rakyat. Sejauh ini, kalau kita perhatikan DPW-DPW partai di Jakarta sudah mengusulkan nama. Nama-nama itu adalah cerminan aspirasi warga," ujar Anies.

Meskipun PKS telah mengusung Anies Baswedan sebagai calon gubernur, ini tidak berarti bahwa Anies otomatis mendapatkan "golden ticket" untuk maju di Pilkada Jakarta.

Sebagai bagian dari strategi politik, PKS memberikan tugas kepada Anies untuk mencari tambahan empat kursi agar bisa memenuhi syarat maju di Pilkada Jakarta.

Tugas ini menjadi ujian tersendiri bagi Anies dalam menggalang dukungan dari partai-partai lain.

PKS memberikan Anies waktu 40 hari sejak deklarasi pada 25 Juni lalu untuk menuntaskan tugas tersebut.

Namun, dengan semakin kuatnya dukungan Koalisi Indonesia Maju, PKS kembali mengingatkan Anies mengenai tenggat waktu yang diberikan.

Juru bicara PKS, Mohammad Kholid, menegaskan bahwa meskipun PKS adalah partai pemenang, mereka tetap membutuhkan tambahan kursi untuk bisa menggenapi persyaratan maju di Pilkada Jakarta.

“Jadi, PKS pun walaupun partai pemenang, kita belum bisa menggenapi persyaratan untuk maju sendiri. Kita masih membutuhkan tambahan kursi dan kami juga sudah sampaikan kepada Mas Anies sebagai kandidat yang kita usung. Kita memiliki wakil yang kita ajukan, Bapak Sohibul Iman, sebagai pasangan untuk menggenapi empat kursi ini sampai pada tanggal 4 Agustus kemarin," ujar Kholid.

Ia juga menekankan bahwa setelah deadline 4 Agustus terlewati, PKS mulai membuka pertimbangan baru mengenai langkah yang akan diambil selanjutnya.

Kandidat paket Anies Baswedan dan Sohibul Iman yang diusulkan oleh PKS ternyata tidak serta-merta mendapatkan dukungan dari partai calon koalisi lainnya.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), misalnya, menyatakan keberatannya terhadap pencalonan Sohibul Iman sebagai bakal calon wakil gubernur (Cawagub) yang mendampingi Anies. Hal serupa juga disampaikan oleh PDI Perjuangan yang mengaku masih mencari jalan keluar bersama PKS untuk mengatasi kebuntuan yang ada.

Situasi semakin rumit ketika Wakil Ketua Umum PKS, Jazilul Fawaid, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada pertemuan formal antara partai-partai koalisi untuk membahas masalah ini secara mendalam.

"Ketika PKS, misalnya, mengusulkan Sohibul Iman, beberapa teman di PKB juga keberatan. Nah, yang ini belum ada jalan keluarnya. Sampai saat ini, belum ada pertemuan partai-partai untuk membahas masalah ini," ungkap Jazilul.

Kondisi ini membuat posisi Anies Baswedan semakin terjepit, di mana ia harus segera mencari solusi untuk mendapatkan dukungan penuh dari partai-partai koalisi, termasuk PKS.
Kegagalan untuk memenuhi persyaratan kursi yang dibutuhkan bisa menjadi pukulan berat bagi Anies dan timnya dalam upaya memenangkan Pilgub Jakarta.

Baca Juga: Bareskrim Polri Periksa Enam Terpidana Kasus Vina Cirebon Soal Kesaksian Palsu, Kuasa Hukum Sebut Terpidana Merasa Lega

Namun, Anies tetap optimis bahwa semua partai yang terlibat akan menemukan kesepakatan yang terbaik. Baginya, yang paling penting adalah menjaga aspirasi rakyat Jakarta tetap diutamakan dalam setiap keputusan yang diambil oleh partai-partai politik.

Apakah PKS benar-benar akan meninggalkan Anies dan mencari calon lain, ataukah akan ada kesepakatan baru yang tercapai di menit-menit akhir, masih menjadi teka-teki besar dalam panggung politik Jakarta.

Satu hal yang pasti, dinamika politik di Jakarta semakin seru dan penuh dengan intrik. Semua mata kini tertuju pada langkah berikutnya dari PKS dan Anies Baswedan dalam upaya meraih kemenangan di Pilgub Jakarta 2024.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Anies Baswedan

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.