AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini PKS atau Partai Keadilan Sejahtera membuat heran banyak orang.
Setelah beberapa minggu mengusung pasangan Anies Baswedan-Sohibul Iman, beredar kabar jalin komunikasi dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM)
Banyak pihak yang mengherankan mengapa PKS menjalin komunikasi dengan KIM. Padahal sudah mengusung Anies Baswedan untuk maju di Pilgub Jakarta.
Juru bicara PKS, M. Kholid, mengatakan bahwa menjalin komunikasi dengan KIM adalah opsi kedua setelah deadline atau term and condition mengusung Anies Baswedan-Sohibul Iman sudah lewat.
Benarkah demikian? Berikut penjelasan M. Kholid juru bicara PKS dikutip dari YouTube KOMPASTV pada Selasa, 13 Agustus 2024:
M. Kholid sebagai juru bicara PKS menjelaskan kalau ada dua perangkat kerja partainya untuk Pilgub Jakarta.
Pertama adalah mengusung pasangan Anies Baswedan-Sohibul Iman dengan syarat dan kondisi mencari koalisi atau dukungan partai lain dari 25 Juni hingga 4 Agustus.
“Perangkat kerja. Perangkat kerja yang pertama adalah mengusung Anies-Sohibul Iman. Dalam perangkat kerja itu dibuat term and condition 25 Juni hingga 4 Agustus,” jelasnya.
Kedua adalah menjalin komunikasi dengan Koalisi Indonesia Maju atau yang disebut dengan KIM.
“Sekarang memasuki perangkat kerja kedua salah satunya membangun komunikasi dengan Koalisi Indonesia Maju,” jelas juru bicara PKS lebih lanjut.
Baca Juga: 5 Fakultas di Universitas Brawijaya Punya Rata-rata IPK Tertinggi, Kedokteran Tidak Termasuk?
Jubir PKS tersebut mengatakan kalau pimpinan partainya mendalami opsi kedua ini untuk melihat skema terbaik buat warga Jakarta.
“Saat ini, betul-betul pimpinan membahas opsi kedua, perangkat kedua, untuk lihat skema apa yang terbaik buat warga Jakarta,” ujarnya.***
Share this article
Banyak pihak yang heran mengapa PKS menjalin komunikasi dengan KIM, M. Kholid jubir partai buka suara.