AYOJAKARTA.COM – Juru bicara Anies Baswedan, Sahrid Hamid angkat bicara mengenai perkembangan politik terakhir antara pihaknya dengan PDI Perjuangan (PDIP).
Meski PDIP belum secara resmi menyatakan dukungannya kepada Anies, Hamid mengungkapkan bahwa ada kesamaan nilai dalam upaya memperjuangkan demokrasi yang sehat antara pihaknya dan PDIP.
Menurutnya, posisi PDIP sebagai salah satu partai besar membuat komunikasi dan kerja sama politik menjadi hal penting terutama menjelang Pilgub Jakarta mendatang.
"Tidak ada satu partai pun yang bisa maju sendiri. Kami meyakini pentingnya kerja sama untuk mengajukan calon yang kuat," ujarnya dikutip ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews, Kamis (15/8/2024).
Namun, dinamika koalisi politik saat ini tak lepas dari potensi intervensi kekuasaan yang dapat mempengaruhi arah dukungan partai politik.
Sejak tiga partai yaitu NasDem, PKS dan PKB menyatakan dukungan kepada Anies Baswedan, muncul kekhawatiran bahwa ada intervensi yang bisa mengubah peta koalisi.
PKB misalnya, disebut-sebut berpotensi bergabung dengan PDIP dan meninggalkan Koalisi Perubahan yang selama ini mendukung Anies.
"Jika PKB bergabung dengan PDIP, itu bisa menjadi modal politik yang kuat bagi Anies. Namun, potensi split-ticket voting di PKS mungkin terjadi yang bisa memengaruhi peluang kemenangan Anies," jelasnya.
Baca Juga: PDIP Tantang PKS untuk Usung Ahok di Pilgub Jakarta 2024: Berani Nggak?
Ia menambahkan bahwa posisi PKS yang memiliki basis pemilih loyal di Jakarta akan sangat berpengaruh jika mereka memutuskan untuk tak mendukung Anies.
Situasi ini semakin kompleks dengan adanya rumor bahwa partai dalam Koalisi Perubahan tengah digoyang untuk merapat ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang dipimpin Prabowo Subianto.
"Kami melihat adanya operasi politik yang terstruktur untuk melemahkan dukungan terhadap Anies," jelas Hamid.
Meski demikian, juru bicara Anies tetap optimis bahwa pihaknya akan mampu menampilkan calon yang bisa mengubah peta politik Jakarta.
Baca Juga: Besok! PDIP akan Umumkan Nama Calon Kepala Daerah, Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024?
"Jakarta selalu menjadi medan pertempuran politik yang penuh strategi. Kami percaya bahwa kami akan memberikan opsi terbaik bagi masyarakat Jakarta," katanya.
Dengan dinamika politik yang terus berubah, semua mata kini tertuju pada perkembangan terakhir sebelum Pilgub Jakarta.
"Kami berharap pada 29 Agustus nanti, kami bisa memunculkan nama calon yang benar-benar mampu mengguncang peta politik dan membawa perubahan bagi Jakarta," pungkasnya.
Seperti diketahui, masa pendaftaran pasangan calon akan berlangsung mulai 27-29 Agustus 2024.
Setelah melalui pemeriksaan dan verifikasi, cagub yang lolos akan ditetapkan pada 22 September 2024.***
Share this article
Mungkinkah PDIP mengusung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta nanti, begini kata juru bicaranya, Sahrid Hamid.