AYOJAKARTA.COM - Data terbaru pada tahun 2023 menunjukkan bahwa 12,02% warga DKI Jakarta menyandang gelar sarjana S1 (Strata1) atau setara.
Angka ini masih jauh dibandingkan dengan jumlah lulusan SMA/sederajat yang mencapai 4,37 juta orang, atau sekitar 42,94% dari total penduduk Jakarta.
Di sisi lain, lulusan S2 tercatat sebanyak 123.811 orang atau 1,22%, sedangkan lulusan S3 berjumlah 7.580 orang atau 0,07%.
Jika dilihat berdasarkan wilayah, Jakarta Timur menjadi kawasan dengan jumlah lulusan sarjana terbanyak, yakni lebih dari 377.874 orang atau 4,33% dari total penduduk wilayah tersebut.
Baca Juga: Bakal Permudah YouTuber? YouTube Shorts Punya Fitur Baru Mulai 15 Oktober, Apa Itu?
Jakarta Selatan menyusul di posisi kedua dengan jumlah 327.011 orang yang bergelar sarjana, atau 4,53% dari jumlah penduduknya.
Namun, jika memperhitungkan warga yang menempuh pendidikan lebih tinggi hingga S2 dan S3, Jakarta Selatan berada di posisi teratas.
Di wilayah ini, terdapat 42.531 orang dengan gelar S2 dan 2.895 orang yang telah menyelesaikan S3.
Ini menunjukkan bahwa Jakarta Selatan memiliki konsentrasi warga dengan pendidikan lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di Jakarta.
Dari segi gender, mayoritas warga Jakarta yang menyandang gelar sarjana adalah perempuan.
Terdapat 615.703 perempuan di seluruh Jakarta yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga S1, lebih banyak dibandingkan laki-laki yang berjumlah 607.857 orang.
Hal ini menunjukkan bahwa perempuan Jakarta memiliki akses dan kesempatan yang cukup baik untuk mengejar pendidikan hingga tingkat sarjana.
Namun, tren sebaliknya terlihat pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
Baca Juga: Begini Cara Pakai 1 Nomor WhatsApp di 2 HP, Tak Perlu Beli Kartu Lagi!
Untuk gelar S2, jumlah laki-laki yang berhasil menyelesaikannya lebih banyak dibandingkan perempuan, yaitu sebanyak 72.806 laki-laki berbanding 51.005 perempuan.
Hal serupa juga terjadi pada lulusan S3, di mana terdapat 5.264 laki-laki yang meraih gelar ini, sementara perempuan hanya berjumlah 2.316 orang.
Perbedaan ini mungkin mencerminkan berbagai faktor sosial, budaya, dan ekonomi yang mempengaruhi pilihan pendidikan antara laki-laki dan perempuan di Jakarta.
Kendati demikian, keseluruhan angka ini menunjukkan bahwa warga Jakarta secara umum memiliki tingkat pendidikan yang cukup tinggi, terutama di wilayah-wilayah tertentu.
Jakarta Selatan, misalnya, dikenal sebagai pusat bisnis dan pendidikan dengan banyak universitas terkemuka serta pusat pelatihan profesional yang dapat menjadi alasan mengapa banyak warganya yang memiliki gelar pendidikan tinggi.
Sementara itu, Jakarta Timur, meskipun memiliki jumlah sarjana terbanyak, masih tertinggal dalam hal jumlah lulusan S2 dan S3.***

Share this article
Data terbaru pada tahun 2023 menunjukkan bahwa 12,02% warga DKI Jakarta menyandang gelar sarjana S1 (Strata1) atau setara.