AYOJAKARTA.COM — Serangkaian acara pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta 2024 telah dilaksanakan.
Acara-acara tersebut dimulai dari pendaftaran pasangan calon (paslon) Pilkada Jakarta 2024, dan saat ini telah memasuki tahap kampanye serentak.
Kampanye serentak dimulai sejak 25 September hingga 23 November 2024. Sementara itu, Hari Pencoblosan Pilkada Jakarta 2024 akan dilaksanakan pada 27 November 2024.
Namun, hingga saat ini masih banyak yang mempertanyakan alasan Ridwan Kamil memilih maju di Pilkada Jakarta dibandingkan di Jawa Barat.
Akhirnya, Ridwan Kamil mengungkapkan alasan mengapa ia memilih maju di Pilkada Jakarta.
Menurut calon wakil gubernur (cawagub) nomor urut 1, Suswono, pasangan Rido (Ridwan Kamil-Suswono) memilih maju di Jakarta tentu memiliki alasan tertentu.
Ia mengatakan bahwa ia dan Ridwan Kamil maju di Jakarta karena permintaan Presiden terpilih, Prabowo Subianto.
Suswono juga menyatakan bahwa Prabowo bahkan mendatangi Ridwan Kamil secara langsung untuk memintanya menjadi calon gubernur (cagub) di Pilkada Jakarta 2024.
"Rido Ini hadir di Jakarta tentu tidak semena-mena, karena betul-betul keinginan dari Pak Prabowo. Sampai mendatangkan Pak Ridwan Kamil yang seharusnya dia bisa jadi gubernur lagi di Jawa Barat," kata Suswono, dikutip dari kanal YouTube Official iNews pada Senin, 14 Oktober 2024.
Baca Juga: Sambil Kunjungi Warung Nasi Uduk di BKT, Ridwan Kamil Sampaikan Beberapa Program Ini
Suswono menambahkan bahwa Ridwan Kamil bersedia maju di Jakarta karena ada pesan khusus dari Prabowo Subianto.
"Berarti kan dia bersedia untuk datang ke Jakarta karena memang ada pesan khusus dari Pak Prabowo yaitu tolong benahi Jakarta terutama perumahan kumuh di Jakarta," ujarnya.
Cawagub nomor urut 1 tersebut juga menegaskan bahwa memperbaiki Jakarta merupakan salah satu misi utama pasangan Rido.
"Inilah satu misi mulianya ya kita sudah 79 tahun merdeka ya, tapi masih banyak rumah-rumah di Jakarta yang tidak layak huni," ujarnya.***

Share this article
Suswono mengatakan bahwa ia dan Ridwan Kamil maju di Jakarta karena permintaan Presiden terpilih, Prabowo Subianto.