AYOJAKARTA.COM - Hingga Selasa pagi, sejumlah wilayah pemukiman dan ruas jalan di Jakarta masih belum sepenuhnya terbebas dari genangan Banjir.
Meski debit air penyebab Banjir dari Bendungan Katulampa, Bogor telah berkurang, hujan yang turun semalam masih membuat sejumlah wilayah Jakarta terendam.
Selain melumpuhkan sejumlah pemukiman dan ruas jalan di wilayah Timur, dampak Banjir juga masih terlihat di bagian Selatan dan Jakarta Barat.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat dampak banjir sempat dialami oleh sekitar 141 RT yang tersebar di Jakarta.
Jumlah tersebut, menurut BPBD mulai mengalami penurunan setelah kondisi permukaan air laut mulai mengalami penurunan.
Dalam keterangan resminya kepada awak media, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebut banjir kali ini sebagai salah satu yang paling kompleks.
“Dalam kepemimpinan saya selama empat bulan, inilah banjir yang terjadi secara bersamaan,” ungkap Gubernur Jakarta.
Baca Juga: Waspada Penutupan Jalan! 5 Titik Rekayasa Lalu Lintas MRT Fase 2A yang Wajib Diketahui Warga Jakarta
Disamping karena tingginya curah hujan ekstrim yang menyebabkan banjir lokal, genangan juga disebabkan adanya kiriman dari wilayah Bogor serta naiknya permukaan air laut.
Lebih lanjut Pram menambahkan, langkah penanganan banjir segera dilakukan oleh Pemprov setelah permukaan air laut diketahui telah mengalami penurunan.
Guna mempercepat genangan banjir di sejumlah wilayah, Gubernur Jakarta telah mengerahkan sebanyak 600 unit Pompa Penyedot Air.
Berdasarkan hasil pantauan di sejumlah wilayah di Jabodetabek, sejumlah titik masih mengalami genangan air dengan ketinggian bervariasi.
Baca Juga: Bantuan Penebalan Bansos Rp400.000 Mulai Cair Merata per 8 Juli, Cek Status KKS Kamu!
Dengan pemanfaatan ratusan pompa air yang telah tersebar di banyak lokasi tersebut, Gubernur Jakarta berharap banjir Jakarta dapat segera tertangani.
Persoalan banjir, selain mendapat penanganan khusus dari Gubernur Jakarta juga menjadi perhatian khusus dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Sebagaimana telah diketahui bersama, sejumlah wilayah di perbatasan Jakarta seperti Bekasi dan Depok sempat ikut mengalami dampak banjir.
Menurut Dedi, salah satu penyebab Jakarta masih terus mengalami banjir adalah karena terjadinya perubahan tata ruang di wilayah hulu sungai yang menjadi teritorialnya.
Baca Juga: 7 HP 2 Jutaan dengan Baterai 6000 mAh dan Wireless Charging, Mana Pilihan Terbaik?
Terkait dengan potensi terjadinya cuaca ekstrim, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut kondisi tersebut tetap berpeluang meski saat ini sudah musim kemarau.
Dalam keterangan yang disampaikan melalui sambungan video, Dwikorita memprediksi perubahan cuaca akan terus berlangsung hingga Oktober mendatang.
Dampak dari adanya fenomena cuaca ekstrim, menurut Kepala BMKG berdampak pada terlambat dan singkatnya waktu musim kemarau.
“Kemaraunya menjadi singkat, dan itu sudah kami laporkan kepada Presiden beserta jajaran di bawahnya serta masyarakat untuk pola tanam,” jelasnya dikutip Ayojakarta dari YouTube Metro TV. ***
Baca Juga: BPNT Penebalan Rp400.000 di Bank BNI, Masih Banyak yang Cair Hari Ini

Share this article
Banjir masih genangi Jakarta hingga Selasa pagi akibat hujan lokal, kiriman Bogor, dan air laut naik; 600 pompa dikerahkan atasi genangan.