AYOJAKARTA.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah atas sikap hedonisme para pejabat kementerian, lembaga, dan hukum yang memamerkan kekayaannya.
Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka Rapat Paripurna Kabinet tentang Rencana Operasional Pemerintah Tahun 2024 di Istana Negara, Kamis (3/2/2023).
Jokowi mengatakan dia mengawasi ketidakpatuhan dan memamerkan kekayaan oleh mantan pejabat pajak serta bea cukai di Departemen Keuangan.
Dalam hal ini, Jokowi mengimbau para menteri dan ketua organisasi untuk menertibkan lembaga masing-masing.
Ia menilai pejabat negara tidak pantas memamerkan kekayaan atau gaya hidup hedonisnya di media sosial.
Hal itu disampaikan Jokowi terkait kasus harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo, mantan pegawai pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang baru saja dicopot jabatannya oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Karenanya, Jokowi menilai kejadian tersebut telah mengecewakan masyarakat.
“Baik di lapangan maupun di media sosial, karena peristiwa perpajakan dan kepabeanan, saya tahu betul masyarakat kecewa dengan pejabat kita,” kata Presiden Joko Widodo seperti dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube Kompas TV .
Jokowi menunjukkan bahwa pedoman ini harus berlaku di semua instansi.
Baca Juga: Ayah Lala si Bocah Viral Panik Saat Anaknya Ditanya Nama Presiden di Depan Kaesang, Shabira Alula: Jokowi itu
Ia meminta para kepala badan untuk menertibkan semua tingkatan badan.
"Dan hati-hati, tidak hanya dengan otoritas pajak dan bea cukai, tetapi juga dengan polisi dan lembaga penegak hukum lainnya," kata Jokowi.
Presiden Jokowi menekankan pentingnya menjaga integritas dan menghindari perilaku yang dapat merugikan kepentingan negara.
Baca Juga: Respons Jokowi Soal Ganjar Pranowo-Erick Thohir Disebut Bakal Capres dan Cawapres Pemilu 2024
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga mengimbau para menteri dan kepala lembaga untuk menindak tegas pejabat yang kedapatan melanggar atau menyalahgunakan kewenangannya.
“Karena tingkah lakunya yang angkuh dan pamer kekuasaan, dia kemudian menunjukkan kekayaannya yang hedonistik, makanya saya menghimbau para menteri dan kepala pejabat di bawahnya,” jelas Presiden Jokowi.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir perilaku yang merugikan kepentingan negara dan rakyat.
Baca Juga: Resmikan Jalan Tol Semarang Demak, Presiden Jokowi Malah dapat Pesan Hangat dari Gubernur Jateng
Presiden Jokowi mewajibkan seluruh pegawai negeri dan aparat penegak hukum untuk menjunjung tinggi etika dan moralitas dalam menjalankan tugasnya.
Ia berharap pedomannya dapat dilaksanakan dengan baik oleh semua pihak sehingga dapat membangun negara yang lebih baik dan berkeadilan.***

Share this article
Soal pejabat pemer kekayaan, Jokowi tekankan pentingnya menjaga integritas dan hindari perilaku yang dapat merugikan kepentingan negara.