AYOJAKARTA.COM – Pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Rafael Alun Trisambodo hingga kini masih menjadi sorotan publik hingga lembaga negara.
Bagaimana tidak, harta kekayaan yang dimiliki Rafael Alun Trisambodo sebagai pegawai DJP dinilai tak wajar.
Harta kekayaan Rafael Alun Trisambodo sebagai pegawai DJP memiliki nilai yang besar, yakni Rp 56 miliar.
Baca Juga: Terkuak 3 Poin Gugatan Cerai Aldila Jelita Kepada Indra Bekti, Salah Satunya Harta Gono Gini!
Kekayaan Rafael Alun mulai tersorot usai sang anak, Mario Dandy Satriyo terlibat dalam kasus penganiayaan terhadap anak pengurus GP Ansor, yakni David Ozora.
Selain karena posisi Rafael Alun yang memiliki jabatan di DJP, ulah Mario Dandy yang kerap pamer harta di media sosial menjadi perhatian publik.
Belum lama ini, Rafael Alun mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan pemeriksaan harta kekayaannya.
Baru-baru ini, KPK mengungkapkan bahwa kekayaan Rafael Alun ada peningkatan.
Dilansir dari Suara.com pada Sabtu (4/3/2023), penambahan harta tersebut adalah salah satunya dalam bentuk kendaraan mobil mewah Toyota Land Cruiser.
Mengenai penambahan harta Rafael Alun tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Pencegahan KPK Pahala Nainggolan.
“Nggak signifikan. Jadi, ya, penambahan ada lah pasti, tapi masih nggak signifikan,” kata Pahala dikutip AyoJakarta.com pada Sabtu (4/3/2023).
Penambahan harta Rafael Alun tersebut diketahui dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara tahun 2022.
Laporan tersebut rupanya disampaikan oleh Rafael Alun saat mendatangi KPK beberapa hari lalu.
Dari sekian harta yang dilaporkan Rafael Alun, salah satunya adalah mobil mewah Toyota Land Cruiser.
Sebelumnya, harta Rafael Alun yang menjadi lirikan masyarakat adalah mobil Rubicon dan juga motor Harley Davidson.
Akan tetapi, mobil Rubicon tersebut dikabarkan bukan milik Rafael Alun.
Sementara motor Harley Davidson milik Rafael Alun dikabarkan tidak terdaftar di Samsat.***

Share this article
Ada mobil mewah masuk daftar kekayaan Rafael Alun yang meningkat. Namun, KPK mengatakan tetap tak signifikan perihal tersebut.