AYOJAKARTA.COM — Jhon Sitorus, pegiat media sosial, menyoroti pemberitaan tentang politikus Partai NasDem yang mengingatkan kembali perihal Piagam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
Peringatan yang berasal dari politikus NasDem tidak lain karena nama Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang disebut berpeluang menjadi calon wakil presiden (cawapres) dari Ganjar Pranowo.
Hal tersebut turut ditanggapi oleh John Sitorus melalui cuitan di akun Twitter pribadinya.
Ia menyebut pernyataan dari partai NasDem yang mengingatkan kembali Piagam Koalisi Perubahan dinilai sebagai peringatan bagi koalisi pengusung Anies Baswedan.
Baca Juga: AHY Khawatir Pencapresan Anies Dijegal Jika Tak Segera Umumkan Cawapres
Bahkan tak tanggung tanggung, Jhon Sitorus menyebut AHY yang masuk dalam bursa cawapres Ganjar Pranowo lantaran Partai Demokrat sudah mulai goyah dan tak dianggap oleh KPP.
“Ini warning bagi Koalisi Perubahan. Bahkan nama AHY diisukan mulai masuk bursa cawapres Ganjar Pranowo karena AHY tidak dianggap lagi di Koalisi Perubahan,” begitu bunyi cuitan Jhon Sitorus yang dikutip AyoJakarta.com melalui akun Twitter pribadinya @Miduk17, Kamiis, 8 Juni 2023.
Lebih lanjut, pegiat media sosial ini juga mengartikan bahwa ada potensi AHY keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Jika hal ini sampai terjadi, kata dia, maka hal ini bisa menjadi penyebab Anies Baswedan gagal mendapatkan tiket capres 2024.
Sementara itu, Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei nasional soal peluang Anies Baswedan dalam Pilpres 2024.
Anies Baswedan disebut bisa berpeluang gagal mendapatkan tiket capres dalam Pilpres 2024 mendatang.
Hasil survei disampaikan secara langsung oleh peneliti senior Ade Mulyana di Kantor LSI Denny JA, Jakarta Timur pada Senin, 5 Juni 2023.
“Ini bukan berarti LSI Denny JA mendukung Anies ini tidak ikut kontestasi. Tetapi memang ada yang melatar belakangi jika Anies tidak dapat tiket capres,” ujarnya dikutip dari YouTube LSI DENNY JA OFFICIAL.
Menurutnya, jika nantinya bakal capres dari KPP ini tidak mendapatkan tiket Pilpres 2024 bukan disebabkan karena pribadinya.
Melainkan ada hal lain seperti konflik partai-partai pengusung yang masuk dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
“Bulan Mei 2023 Partai Demokrat versi Moeldoko mengajukan 4 bukti baru ke MA agar kepengurusannya disahkan,” jelasnya.
“Hal tersebut tentu saja akan menyebabkan terganggunya Koalisi Perubahan yang mengusung Anies Baswedan sebagai capres pada Pemilu 2024 nanti,” sambungnya.
Baca Juga: Demokrat Ungkap Alasan Desak Anies Baswedan Untuk Umumkan Cawapres, Singgung Soal Waktu
Kabar buruknya, kata dia, apabila Demokrat versi Moeldoko disahkan oleh MA maka besar kemungkinan tidak akan mendukung Anies Baswedan sebagai cawapres.
Selain itu, Partai NasDem juga belakangan ini tengah tersandung kasus. Salah satu kadernya yang juga menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate terjerat kasus korupsi.***

Share this article
Peluang AHY jadi cawapres Ganjar, bisa menjadi penyebab Anies Baswedan gagal mendapatkan tiket capres 2024.