AYOJAKARTA.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD turut mengawal kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan oleh Irjen Ferdy Sambo.
Belum lama ini, Mahfud MD tampak menghadiri podcast milik Deddy Corbuzier untuk berbicara terkait kasus pembunuhan terhadap Brigadir J.
Dalam podcast tersebut, Mahfud MD mengaku mendapat laporan yang cukup mengejutkan terkait kasus pembunuhan terhadap Brigadir J.
Baca Juga: Besaran Gaji dan Tunjangan Ferdy Sambo Sebagai Inspektur Jenderal, Nominalnya hingga Dua Digit?
Lantas laporan seperti apa yang didapat oleh Mahfud MD dalam kasus ini?
Berikut ulasan lengkapnya yang dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Deddy Corbuzier pada Senin (15/8/2022).
Kepada Deddy Corbuzier, Mahfud MD mengaku mendapat laporan pemeriksaan yang dinilai mengerikan sekaligus menjijikan.
Baca Juga: Jadi Salah Satu Pejabat Kaya Raya di Tubuh Polri, Ferdy Sambo Diduga Bengki Perjudian dan Terorisme?
Atas laporan itu, Mahfud MD tidak bisa mengungkap motif pembunuhan Brigadir J ke publik.
Mahfud menganggap motif tersebut terlalu sensitif sehingga hanya boleh didengar oleh orang dewasa.
Oleh sebab itu, saat ini motif pembunuhan yang dilakukan Ferdy Sambo terhadap Brigadir J ini hanya diketahui oleh tim penyidik guna mengungkap rentetan peristiwa yang sebenarnya.
Kendati demikian, Mahfud juga yakin bahwa motif pembunuhan terhadap Brigadir J bukanlah tentang pelecehan seperti yang beredar di publik belakangan ini.
Baca Juga: Kisah Asmara Ferdy Sambo dan Putri Candrawati, Benih Cinta Berawal dari Bangku SMP
"Cerita-cerita laporan pemeriksaan itu yang mengerikan, mengerikan campur menjijikkan. Makanya saya bilang sensitif. Bagaimana tuduhan melecahkannya? Itu kan ada uraiannya, itu tutup di sini," kata Mahfud MD.
Bahkan, Mahkamah Konstitusi (MK) turut membenarkan pengaruh Ferdy Sambo yang kini ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan di Mako Brimob, Kepala Dua Depok.
"Mako Brimob untuk diamankan karena di sana ada tempat khusus yang lebih steril dari pengaruh luar dan tidak sembarang orang masuk ke situ. Banyak yang terlibat di sini dan banyak orang ketakutan merembet ke kasus lain," terang Mahfud MD.
Baca Juga: Ferdy Sambo Pernah Nekat Sogok LPSK: Orang Suruhannya Bawa 2 Amplop Besar Berisi Uang
Perlu diketahui, tujuan penempatan Ferdy Sambo di tempat khusus di Mako Brimob ini agar tidak ada satupun yang bisa menemuinya.
Sebab, saat ini pihak kepolisian memastikan keamanan proses penyidikan terhadap Bharada E yang statusnya sama-sama jadi tersangka.
Bahkan, Bharada E pun dilarang untuk bertemu Ferdy Sambo di Mako Brimob.
Kepolisian khawatir, setelah terjadinya pertemuan akan ada perubahan keterangan yang memperlambat proses pendalaman kasus karena pengaruh jabatannya.
“Enggak boleh ketemu Bharada, termasuk istrinya enggak boleh. Enggak ada kan istri seorang jenderal mau ketemu suaminya enggak boleh. Dulu enggak ada, sekarang ada,” tegas Mahfud MD.
Di sisi lain, Mahfud MD juga mengungkapkan rasa apresiasi terhadap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengungkap peristiwa ini meski pelaku kejahatan itu merupaakan anggotanya.
Demikian ulasan mengenai motif pembunuhan yang dilakukan Ferdy Sambo terhadap Brigadir J yang disebut mengerikan dan menjijikan oleh Mahfud MD.***

Share this article
Mahfud MD mengaku mendapat laporan bahwa pemeriksaan kasus Ferdy Sambo atas pembunuhan Brigadir J mengerikan dan menjijikan.