Ferdy Sambo Tak Akui Kesalahan Telah Membunuh Brigadir J dan Minta Dibebaskan, Ternyata Ini Alasannya

Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat, Ferdy Sambo.
Terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat, Ferdy Sambo.

AYOJAKARTA.COM - Tersangka Ferdy Sambo dan lainnya telah menjalani sidang perdana perkara pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam sidang perdana tersebut, pengacara Ferdy Sambo yakni Rasama Aritonang justru tidak mengakui kesalahan kliennya dan menegaskan tidak ada keterlibatan dalam pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Alasannya karena dalam surat dakwaan disebutkan jika Ferdy Sambo hanya menembak sebanyak satu kali ke bagian kepala sebelah kiri Brigadir J.

Baca Juga: Jokowi: Stadion Kanjuruhan Bakal Dirobohkan, FIFA Ikut Turun Tangan

"Saya pikir keterangan pak FS yang itu juga telah disampaikan ke kami, beliau tidak pernah menembak langsung," ujar Rasamala.

Meski masih berkelit dan tak bertanggung jawab tapi Rasamala justru meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menyampaikan fakta yang terjadi dan membuktikannya.

Ia bersikukuh jika Richard Eliezer yang justru menyebabkan kematian Brigadir J dan tak ingin disalahkan.

"Penembakan itu dilakukan Richard. Nah itu nanti akan kami sajikan faktanya sesuai yang kami terima. Kami nilai kesesuaian bukti-bukti, ada saksi-saksi kan. Nanti kita lihat bagaimana keterangan saksi-saksi untuk menguatkan kasus ini. Saya pikir kita mesti sabar menunggu sampai proses pembuktian nanti," ujar Rasamala.

Baca Juga: Geger! Putri Candrawathi Mendadak 'Hilang Ingatan' Saat Jaksa Membacakan Dakwaan: Saya Tetap Tidak Mengerti

Rasamala menjelaskan jika Ferdy Sambo tidak menembak Brigadir J di rumah dinas, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

"Nanti kita konfrontir lagi bukti dari jaksa dengan bukti dari kami dan keterangan semua saksi," katanya.

Sebelumnya Jaksa telah menyatakan jika Ferdy Sambo ikut terlibat dalam pembunuhan Brigadir J dan menyebakan tewas di tempat kejadian.

"Terdakwa Ferdy Sambo sudah mengetahui jika menembak dapat merampas nyawa sehingga ia berteriak dengan suara keras kepada saksi Richard Eliezer Pudihang Lumiu dengan mengatakan, Woi! Kau tembak! Kau tembak cepat! Cepat woi kau tembak!!," kata jaksa.

Bharada E yang tidak bisa berkutik karena baru saja menjadi polisi dan tidak memiliki kewenangan untuk melawan atasannya, membuatnya menuruti permintaan tersebut dengan menembak Yosua menggunakan senjata api Glock 17 sebanyak 3-4 kali hingga terkapar dan mengeluarkan darah.

Baca Juga: Datang ke Polres Untuk Wajib Lapor, Rizky Billar Lari Saat Dikejar Awak Media, Pakar Psikolog: Dia Trauma

Kemudian Ferdy Sambo menghampiri Brigadir J yang tergeletak di dekat tangga depan kamar mandi dalam keadaan telungkup dalam masih hidup serta meronta kesakitan.

Ferdy Sambo lantas menembakkan pistol miliknya ke belakang kepala Yosua dan membunuhnya dengan mengenakan sarung tangan warna hitam.

"Untuk memastikan Yosua tidak bernyawa lagi, terdakwa Ferdy Sambo yang sudah memakai sarung tangan hitam menggenggam senjata api dan menembak sebanyak satu kali mengenai tepat kepala bagian belakang sisi kiri korban Nofriansyah Yosua Hutabarat hingga mengakibatkan korban meninggal dunia," kata jaksa dikutip dari Hops.id.

Tembakkan Ferdy Sambo mengakibatkan luka bakar pada cuping hidung sisi kanan dan rusaknya tulang dasar tengkorak, rusaknya rongga bola mata bagian kanan dan memicu timbulnya resapan darah pada kelopak bawah mata kanan dan mengakibatkan kerusakan pada batang otak.

Jaksa Bacakan Kronologi Penembakan Brigadir J di Persidangan Ferdy Sambo: Cepat Kau Tembak!

Sebelumnya, dikabarkan dalam pembacaan kronologi penembakan Brigadi J di persidangan, terlihat Ferdy Sambo terlihat gelisah namun berusaha tetap tenang.

Baca Juga: Andi Setiawan, Korban Baru yang Meninggal Dunia di Tragedi Kanjuruhan

Jaksa mengatakan saat itu Ferdy Sambo meminta Brigadir J untuk jongkok. Kemudian korban menuruti perintah dari atasannya.

“Kemudian saksi Ferdy Sambo langsung mengatakan kepada korban Nofriansyah Yoshua Hutabarat dengan mengatakan jongkok kamu!.” kata Jaksa.

Mendengar perintah tersebut Brigadir Yosua langsung mengikuti dan mengangkat kedua tangannya.

Lalu korban mundur dan menghadap ke depan dan sempat menanyakan apa yang sedang terjadi kepada atasannya tersebut.

Setelah itu Jaksa mengungkapkan bahwa Ferdy Sambo memerintahkan Richard Eliezer untuk menembak Brigadir J. ***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Richard Eliezer
# Brigadir J
# Ferdy Sambo

News Update

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.