AYOJAKARTA.COM - Krimonolog dari Universitas Indonesia atau UI, Adrianus Meliala menduga motif tewasnya satu keluarga di Kalideres karena menganut Apokaliptik.
Kriminolog Adrianus menganalisis dugaan tewasnya satu keluarga di Kalideres ini menganut paham Apokaliptik atau keyakinan terhadap akhir dunia.
Dirinya juga menjelaskan bahwa penganut Apokaliptik akan mengakhiri hidupnya dengan cara yang ekstrim, seperti dugaannya terhadap motif satu keluarga di Kalideres.
Adrian juga mengungkapkan bahwa adanya dugaan unsur kesengajaan dalam peristiwa tersebut.
Baca Juga: Soal Menggali Informasi dari Susi ART Ferdy Sambo, Kamaruddin Simanjuntak Sebut Polisi Tidak Pandai!
Yakni adanya pihak yang mendorong rasa lapar dengan tidak memberi akses makanan.
Kemudian dirinya menyebut bahwa kemungkinan pelaku tersebut adalah yang berusia lebih muda.
Kriminolog Adrian juga menyampaikan skenario pelaparan juga sangat mungkin terjadi.
Sebab ketika ada pihak yang mendorong kelaparan itu terjadi, barulah pihak ketiga mengakhiri hidupnya dengan cara tertentu.
Namun, hingga kini penyebab tewasnya satu keluarga di Kalideres tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Baca Juga: CPNS 2023 Segera Digelar!! 10 Jurusan Ini Miliki Peluang Besar Lolos Seleksi PNS, Apa Saja?
Sebelumnya pada Kamis, 10/11/2022 ditemukan satu keluarga telah menjadi mayat yang mengering di rumahnya kawasan Kalideres, Jakarta Barat.
Satu keluarga meninggal di Kalideres sempat menggegerkan masyarakat, karena motif tewasnya cukup mengherankan.
Pasalnya diketahui kematian satu keluarga di Kalideres diduga karena dehidrasi dan kelaparan.
Baca Juga: Fakta Baru Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Ternyata Bukan karena Kelaparan
Dugaan itu muncul setelah dilakukan otopsi oleh pihak berwenang.
Akan tetapi masyarakat merasa tidak yakin jika penyebabnya adalah kelaparan dan dehidrasi.
Sebab satu keluarga di Kalideres tersebut dinilai memiliki mobil pribadi dan hidup berkecukupan.***

Share this article
Dirinya juga menjelaskan bahwa penganut Apokaliptik akan mengakhiri hidupnya dengan cara yang ekstrim, seperti dugaannya terhadap motif ini.