AYOJAKARTA.COM – Penyebab dan urutan kematian empat orang dalam satu keluarga di Kalideres berhasil diungkap oleh polisi dengan melibatkan berbagai pihak termasuk ahli kedokteran forensiik.
Menurut Kepala Instalasi Forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Ade Firmansyah Sugiharto, penyebab dan urutan kematian diketahui setelah dilakukan pemeriksaan luar dan dalam terhadap empat jenazah keluarga di Kalideres itu.
Empat anggota keluarga di Kalideres yang ditemukan meninggal adalah:
- Rudyanto Gunawan, lelaki berusia 71 tahun
- Renny Margaretha Gunawan, perempuan berusia 66 tahun
- Dian Febbyana Apsari Dewi, perempuan berusia 42 tahun
- Budyanto Gunawan, lelaki berusia 68 tahun.
Berdasakan pemeriksaan, urutan kematian yang terjadi adalah pertama Rudiyanto, lalu Renny Margaretha, kemudian Budiyanto, dan terakhir adalah Dian.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Budyanto ternyata memiliki riwayat penyakit jantung. Setelah diperiksa menyeluruh penyebab kematiannya, dipastikan kematiannya karena serangan jantung terbaru dan tergolong akut.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Sesar Cimandiri, Sesar Baribis dan Sesar Mataram di Jalur Gempa Bumi
“Kematian yang pasti dari Pak Budyanto adalah serangan jantung yang baru atau akut,” ujar Ade dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat 9 Desember 2022.
Dalam paparan, disimpulkan bahwa Rudiyanto meninggal karena pendarahan saluran cerna, Renny karena kelainan payudara, Budyanto karena serangan jantung, dan Dian karena gangguan pernafasan.
Sementara itu, Kabid Puslabfor Kombes Pol Wahyu Marsudi mengatakan bahwa di dalam tubuh salah satu korban yakni sang Ibu Renny Margaretha Gunawan ditemukan adanya kandungan tamoxifen di organ hepar/hati.
“Kita menemukan dari organ hepar milik ibu, kita temukan adanya tamoxifen,” ujar Wahyu dalam konferensi pers.
Baca Juga: BPOM Tarik Lagi Izin Edar 32 Obat Sirup, Cek Apakah Ada di Rumah Ya
Tamoxifen merupakan kandungan yang terdapat dalam obat yang digunakan untuk penderita kanker payudara.

Share this article
Penyebab dan urutan kematian empat orang dalam satu keluarga di Kalideres berhasil diungkap oleh polisi dengan melibatkan dokter forensik.