AYOJAKARTA.COM – Pengacara Brigadir Yosua yaitu Martin Simanjuntak merasa tersinggung saat mengetahui fakta baru di persidangan.
Hal ini terjadi pada sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (19/20/2022).
Saat itu persidangan menghadirkan lima orang saksi ahli, salah satunya Ahli Digital Forensik dari Direktorat Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri Adi Setya.
Adi Setya mengungkapkan dari handphone milik Richard Eliezer ditemukan grup WhatsApp yang dibuat setelah tiga hari kematian Brigadir Yosua.
“Juli, disini dibuat oleh akun WhatsApp dengan nama Ricky Wibowo,” ujar Adi seperti dikutip AyoJakarta.com melalui unggahan YouTube tvOneNews, Selasa (20/12/2022).
Menurutnya, rentang waktu akun WhatsApp dari Richard Eliezer hanya singkat masuk dalam grup tersebut tidak lebih dari satu hari.
“Dia di add jam 5 pagi pada tanggal 11, kemudian di remove pada jam 8 tanggal 11, jadi tidak sampai satu hari akun WhatsApp Richard dimasukkan,” terangnya.
“Nama grupnya Duren Tiga,” tambahnya.
Dalam keterangannya ada lebih dari tujuh kontak WhatsApp dimasukkan dalam grup tersebut.
Baca Juga: Disindir Anne Ratna Mustika Karena Anak Sakit, Dedi Mulyadi Malah Pamer Video Call Bareng Sosok Ini!
Saat ditanya siapa saja yang ada dalam grup WhatsApp tersebut. Adi mengungkapkan secara singkat ada 16 kontak WhatsApp yang masuk dalam grup tersebut.
Yang mengejutkan ada kontak WhatsApp atas nama ‘Tuhan Yesus’ dalam grup tersebut. Hal ini membuat pengacara dari Brigadir Yosua yaitu Martin Simanjuntak menjadi geram dan merasa tersinggung.
Pengacara Brigadir Yosua mengecam orang yang memakai nama kontak 'Tuhan Yesus' yang menurutnya tidak benar.
“Di dalam grup WhatsApp ada kontak yang bernama Tuhan Yesus, nah ini di dalam ajaran kami Mbak, di dalam sepuluh perintah tuhan, tidak boleh menyebutkan nama tuhan dengan sembarangan,” tutur Martin Simanjuntak
Baca Juga: Info Gempa Hari Ini: Gempa Masih Goyang Cianjur Meski Kecil, Skala Magnitudo 2,4 (20 Desember)
“Siapa orang kok berani sekali menggunakan nama tuhan sebagai nama nick name, ini nggak bener,” tambahnya.
Martin mengungkapkan yang bisa menjawab siapa pemilik nama kontak Tuhan Yesus dalam grup WhatsApp yaitu ahli psikolog forensik.
Menurutnya, ahli psikolog forensik yang bisa membuka kontak tersebut nomor nya berapa sehingga bisa dicek nomor tersebut terdaftar atas nama siapa.***

Share this article
Adi Setya mengungkapkan dari handphone milik Richard Eliezer ditemukan grup WhatsApp yang dibuat setelah tiga hari kematian Brigadir Yosua.