AYOJAKARTA.COM - Soal perencanaan pembunuhan Brigadir J, masih ramai dibicarakan.
Bharada E ungkap jika memang ada perencanaan pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo.
Namun pihak Ferdy Sambo membantah jika pembunuhan Brigadir J sudah direncanakan, seperti yang dikatakan Bharada E.
Seorang ahli hukum pidana, Hibnu Nugroho membeberkan ada 2 jenis bukti dalam kasus hukum ini.
Ia juga menekankan jika adanya perintah-perintah seperti yang disampaikan Bharada E hingga diskusi.
"Kalau sudah ada perintah-perintah perencanaan terkait dengan, tadi diskusi antara R, K, untuk melakukan," tutur ahli hukum pidana.
"Itu sudah bagian dari perencanaan yang utuh," tambahnya seperti dikutip AyiJakarta.com dari YouTube MetroTv.
Meski sudah ada perencanaan hingga diskusi yang matang, namun tentu ada hal tang tak utuh.
Sehingga kejadian pembunuhan Brigadir J yang diduga dilakukan oleh Ferdy Sambo ada banyak 'lubang'.
Lubang yang dimaksud adalah sejumlah kejanggalan yang terlihat dan ramai dibicarakan.
"Jadi tidak mungkin, merupakan suatu perencanaan itu utuh, seperti matematis," ungkap Hibnu Nugroho.
"Banyak lubang tapi bukan berarti tidak ada perencanaan," tambahnya.
Sang ahli hukum pidana kembali menegaskan jika tidak ada kejahatan yang sempurna.
"Karena ini kejahatan loh, tidak ada kejahatan yang sempurna," tandasnya mengakhiri.***

Share this article
"Kalau sudah ada perintah-perintah perencanaan terkait dengan, tadi diskusi antara R, K, untuk melakukan," tutur ahli hukum pidana.