AYOJAKARTA.COM -- Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak kembali bersuara soal dugaan motif pembunuhan Brigadir J.
Setidaknya ada tiga dugaan unsur yang disebutkan oleh Kamaruddin Simanjutak terkait rasa sakit hati Putri Candrawathi yang memicu terbunuhnya Brigadir J.
Kamaruddin Simanjuntak menyebut bahwa informasi terkait dugaan tersebut dari intel yang dipercayainya.
Adapun tiga dugaan tersebut disampaikan dalam siaran The Prime Show with Aiman yang dikutip AyoJakarta.com pada Kamis, 16 Februari 2023.
Yang pertama, adalah soal adanya sakit hati Ferdy Sambo kepada Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadri j.
Diduga, Ferdy Sambo merasa sakit hari karena aibnya dibongkar oleh Yosua perihal adanya "si cantik" yang sebelumnya disebutkan oleh Richard Eliezer di persidangan.
Menurut pengakuannya, informasi tersebut didapat oleh seorang intel.
“Saya mengelompokkan ada tiga unsur sakit hati di sana, kelompok pertama, Ferdy Sambo karena aib dia diduga dibongkar oleh Yosua kepada ibu, aib karena ada wanita-wanita lain, ‘si cantik’, (informasi) dari intel saya,” ujarnya.
Kemudian yang kedua adalah dugaan adanya rasa sakit hati dari para ajudan yang lain kepada Brigadir Yosua.
Hal itu, kata dia, karena Nofriansyah Yosua Hutabarat mendapatkan kepercayaan yang lebih besar daripada yang lain.
Baca Juga: Tak Lagi Dramatis, Putri Candrawathi Justru Tak Menangis Sedikitpun Saat Vonis, Apa Artinya?
“Kemudian yang kedua adalah, kelompok para ajudan yang sakit hati karena Yosua lebih dipercaya, Yosua diberi peran yang lebih banyak dia sebagai kepala rumah tangga, dia juga mengurusi bendahara keuangan daripada itu bhayangkari dan sebagainya,” ujar Kamaruddin.
Yang terakhir, adalah muncul adanya dugaan keras bahwa Putri Candrawathi ingin dimanja oleh Yosua.
“Yang ketiga, ada dugaan keras bahwa nenek Putri pengen dimanja-manja,” ujar Kamaruddin.
Dugaan tersebut muncul berdasarkan analisa Pengacara Yosua, di mana sebelum peristiwa nahas terjadi, istri Ferdy Sambo pura-pura sakit.
Dengan alasan sakit tersebut, Putri Candrawathi meminta agar Yosua mau membopong dirinya dari lantai bawah ke lantai atas.
Namun saat itu, kata Kamaruddin, Yosua menolak dan meminta bantuan Richard Eliezer, tetapi Putri tidak ingin Bharada E ikut membantunya.
“Analisinya begini pada tanggal 3 tanggal 4, Nenek Putri pura-pura sakit, dia pengen dibopong-bopong oleh Yosua dari lantai bawah ke lantai atas, tapi Yosua tidak mau melakukannya sendiri dia mengajak Bharada Richard Eliezer,” ujar sang pengacara Yosua.
“Tetapi nenek PC tidak menghendaki Bharada Richard Eliezer karena didiga Yosua lebih tampan dan dia lebih menghendaki Yosua, dan Yosua tidak mau melakukannya sendiri,” pungkasnya.***

Share this article
Kamaruddin Simanjuntak kembali bersuara soal dugaan motif pembunuhan Brigadir J, sebut Putri Candrawathi ingin bermanja ke Yosua.