AYOJAKARTA.COM - Disebutkan dalam persidangan bahwa Putri Candrawathi merasa sakit hati kepada Brigadir Yosua sebelum adanya pembunuhan.
Kamaruddin Simanjuntak seperti biasa memberikan tanggapannya secara blak-blakan terkait dugaan sakit hati Putri Candrawathi kepada Yosua.
Kamaruddin Simanjuntak menyampaikan bahwa setidaknya ada tiga unsur yang menjadi dugaan adanya motif dari pembunuhan Brigadir Yosua.
Baca Juga: Terpopuler! Tangis Haru Ronny Talapessy Hingga Kamaruddin Simanjuntak Pasca Vonis Richard Eliezer!
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube The Prime Show with Aiman pada Kamis, 16 Februari 2023 berikut ulasannya.
Unsur sakit hati yang disebutkan oleh Kamaruddin Simanjuntak yaitu yang pertama adalah soal dugaan sakit hati Ferdy Sambo kepada Yosua.
Diduga Ferdy Sambo sakit hati karena aibnya dibongkar oleh Nofriansyah Yosua Hutabarat kepada Putri Candrawathi soal wanita cantik yang sebelumnya dibeberkan oleh Richard Eliezer di persidangan.
Menurut keterangannya, informasi tersebut didapat oleh seorang intel.
“Saya mengelompokkan ada tiga unsur sakit hati di sana, kelompok pertama, Ferdy Sambo karena aib dia diduga dibongkar oleh Yosua kepada ibu, aib karena ada wanita-wanita lain, ‘si cantik’, (informasi) dari intel saya,” ujarnya.
Kemudian yang kedua adalah adanya dugaan rasa cemburu atau sakit hati dari ajudan lainnya.
Diduga ajudan lainnya merasa sakit hati karena Brigadir Yosua mendapat kepercayaan yang lebih besar dibanding lainnya.
“kemudian yang kedua adalah, kelompok para ajudan yang sakit hati karena Yosua lebih dipercaya, Yosua diberi peran yang lebih banyak dia sebagai kepala rumah tangga, dia juga mengurusi bendahara keuangan daripada itu bhayangkari dan sebagainya,” ujarnya.
Lalu yang terakhir adalah soal sakit hati Putri Candrawathi yang diduga menjadi pemicu terbunuhnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Diduga Putri Candrawathi sakit hati lantaran Yosua menolak untuk membopong dirinya seorang diri.
“yang ketiga, ada dugaan keras bahwa nenek Putri pengen dimanja-manja,” ujarnya.
Dugaan tersebut ada berdasarkan analisisnya di mana istri Ferdy Sambo ini sempat pura-pura sakit dan meminta Brigadir J membopongnya ke lantai atas.
Namun saat itu Yosua menolak membopong sendiri dan memilih meminta bantuan Richard Eliezer.
Tetapi Putri Candrawathi tidak ingin jika Richard Eliezer membantunya.
“analisinya begini pada tanggal 3 tanggal 4, nenek Putri pura-pura sakit, dia pengen dibopong-bopong oleh Yosua dari lantai bawah ke lantai atas, tapi Yosua tidak mau melakukannya sendiri dia mengajak Bharada Richard Eliezer,” kata Kamaruddin.
“tetapi nenek PC tidak menghendaki Bharada Richard Eliezer karena didiga Yosua lebih tampan dan dia lebih menghendaki Yosua, dan Yosua tidak mau melakukannya sendiri,” lanjutnya.***

Share this article
Kamaruddin Simanjuntak menungkap alasan Ferdy Sambo dendam hingga sakit hari Putri Candrawathi ke Yosua.