AYOJAKARTA.COM – Ada dua perempuan yang menjadi perbincangan selama sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Satu sosok perempuan hadir dalam sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Yosua di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).
Satu perempuan lagi adalah berdasarkan keterangan Richard Eliezer alias Bharada E ketika bersaksi di sidang perkara pembunuhan berenncana terhadap Brigadir J itu.
Ada lima terdakwa dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Yosua atau Brigadir J. Yosua meninggal dunia ditembak di kediaman dinas Ferdy Sambo semasa masih menjabat Kadiv Propram di Kompleks Polri, Duren Tiga, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Mereka adalah pasangan suami isteri Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Lalu ada Ricky Rizal atau Bripka RR, mantan ajudan Ferdy Sambo, dan Kuat Ma’ruf, supir sekaligus asisten rumah tangga (ART) Keluarga Sambo.
Satu terdakwa lagi adalah Richard Eliezer alias Bharada E, mantan ajudan Ferdy Sambo. Richard juga menyandang status justicel collaborator (JC) dalam perkara tersebut.
Baca Juga: Panglima TNI Jenderal Andika Murka: Kronologi Mayor Paspampres Perkosa Prajurit Wanita Kostrad
Ferdy Sambo, I Love You
Nama Syarifah Imansahab ramai diperbincangkan setelah perempuan ini nekat menerobos ruang sidang untuk mendekati Ferdy Sambo. Perempuan itu mengaku ngefans berat dengan mantan jenderal berbintang dua itu.
Pengakuan itu dia sampaikan dalam video pendek yang diunggah akun Instagram @terangmedia seperti dilansir suara.com, jaringan Ayo Media Network.
“Bapak semangat ya, saya sayang banget sama bapak. Saya selalu doain bapak tiap hari,” ujar Syarifah di video tersebut yang diunggah @terangmedia pada Jumat 2 Desember 2022.
Lantas, Syarifah meminta Ferdy Sambo mengakui kesalahannya kemudian bertobat. Bahkan, perempuan itu mengaku ingin menjadi istri terdakwa pembunuhan berencana terhadap Yosua itu.
Syarifah Imansahab sempat berbicara langsung kepada media dan menyatakan kekagumannya terhadap Ferdy Sambo.
“Saya langsung lupa sendiri karena spontan, ngefans banget,” ucap Syarifah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa 29 November 2022.
Dalam pandangan Syarifah, Ferdy Sambo adalah sosok suami yang melindungi istrinya, Putri Candrawathi.
“Karena dia membela istrinya, jadi saya salut dia membela. Kenang-kenangan bantal, ini mau kasih kenang-kenangan buat Pak Sambo, ini ada bantal kecil, ini ada surat,” ujarnya.
Setelah menerobos ruang sidang itu, Syarifah kemudian meminta maaf. "Kami minta maaf atas keteledoran tadi, kami tidak niat apa-apa. Kami hanya ingin memberikan sebagai seorang fans memberikan sebuah bingkisan kepada idolanya.”
Perempuan Menangis di Jalan Bangka
Satu lagi perempuan yang menjadi pembicaraan dalam sidang perkara pembunuhan terhadap Brigadir J masih misteri.
Sosok misterius tersebut diungkap oleh Bharada E dalam sidang pada Kamis 30 November 2022.
Namun keterangan Richard Eliezer tersebut dibantah oleh pengacara Ferdy Sambo, Arman Hanis.
“Memergoki apa? Saya sudah tegaskan kalau itu tidak benar dan karangan RE saja, buktinya ada gak?“ kata Arman kepada wartawan Kamis 1 Desember 2022, seperti dilansir pmjnews.com.
Bahkan Arman Hanis menyebut Bharada E mengarang cerita karena bertentangan dengan keterangan saksi lain.
Pengacara Ferdy Sambo itu lantas menyoal status justice collaborator (JC) dari Richard dan meminta Bharada E tidak mengarang atau berbohong.
“Saya tegaskan sekali lagi bahwa itu hanya karangan RE dan keterangan RE bertentangan dengan keterangan saksi-saksi lain dan bukti video yang pernah ditayangkan di sidang. Ingat, harusnya JC jujur di sidang, tidak mengarang cerita apalagi bohong,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam persidangan Rabu 30 November 2022, Bharada E menerangkan sosok perempuan misterius saat hakim menanyakan perihal adanya pertengkaran antara Ferdy Sambo dengan Putri Candrawathi.
Semula, Bharada E bercerita bahwa dia yang sedang berada di rumah Jalan Saguling, melihat Putri Candrawathi sedang marah.
“Singgah di sana, saat mampir di kediaman, saya lihat ibu marah. Saya gak berani menanyakan,” ujar Bharada E.
Baca Juga: Kronologi Perwira Paspampres Perkosa Prajurit Wanita Kostrad: Mayor Infantri BF Tersangka!
Baca Juga: Ustad Adi Hidayat Beberkan Rumus Gampang Agar Rezeki Terus Bertambah Menurut Al Quran
Beberapa menit kemudian, Bharada E melihat terdakwa Ferdy Sambo tiba dirumah dengan marah–marah.
“Setengah jam kemudian, pak FS pulang diantar Saddam. Pak FS kayak marah–marah juga langsung masuk kedalam rumah,” lanjutnya.
Bharada E mengaku tidak tahu kejadian secara pasti di dalam rumah Jalan Bangka tersebut. Tidak lama berselang, menurut Richard, ada seorang perempuan yang tidak dikenalnya keluar dari rumah sambil menangis.
Meski ditolak oleh kubu Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer mendapatkan dukungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi menyebut bahwa keterangan yang disampaikan oleh Richard dalam persidangan juga pernah dibicarakan bersama saat Bharada E mengajukan status justice collaborator.
“Iya (LPSK dan Richard soal wanita menangis),” ujar Edwin Partogi Pasaribu saat dikonfirmasi PMJNews, Jumat 2 Desember 2022.
“Memang itu pengetahuan Bharada E,” tambahnya.
Saat awal pengajuan, Edwin menuturkan bahwa pihaknya meminta Richard untuk berkata jujur selama proses persidangan.
Selain itu, Edwin juga mengatakan bahwa seluruh yang disampaikan Richard dalam persidangan pada hari Rabu 30 November bukanlah karangan dan sudah pernah disampaikan sebelumnya ke LPSK.
“Iya. Kami sudah dengar sebelumnya,” jelasnya.
Jadi siapa yang benar dong, Ferdy Sambo lewat kuasa hukumnya, atau Bharada E alias Richard Eliezer?

Share this article
Ada dua perempuan yang menjadi perbincangan selama sidang perkara pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.