AYOJAKARTA.COM – Gempa bumi Cianjur yang terjadi pada 21 November 2022 lalu menyisakan duka bagi para korban hingga menggugah hati para relawan untuk berikan bantuan.
Baik relawan yang memberikan bantuan secara materil, moril, maupun relawan medis yang menangani kesehatan warga korban gempa Cianjur.
Baru-baru ini, viral jika relawan medis yang tengah membantu warga korban gempa Cianjur memutuskan untuk mundur dari memberikan bantuan.
Baca Juga: Update: Gempa Susulan Kembali Dirasakan Warga Cianjur Kamis 1 Desember 2022, Berikut Info BMKG
Dalam tayangan video di kanal YouTube Onext, di dalam video tersebut terpampang pernyataan resmi dari relawan medis yang mengaku memilih mundur.
Relawan medis tersebut disebut berasa dari RAID yang memang diperuntukkan bagi tragedi Cianjur.
Postingan tersebut sempat viral pada beberapa akun media sosial seperti Instagram, Twitter dan media sosial lain.
Di mana, isi postingan tersebut adalah ucapan terima kasih dan memutuskan untuk menarik bantuan rescue serta medis karena perlakuan sekelompok orang.
“Terima Kasih Cianjur, dengan sangat menyesal kami tarik mundur rescuer dan rekan-rekan medis dari RAID yang diperbantukan untuk tragedi Cianjur dengan pertimbangan perlakuan dari sekelompok masyarakat yang justru membebani misi kemanusiaan kawan-kawan di lapangan,” tulis akun tersebut.
Di dalam postingan juga disebutkan beberapa perlakuan yang tidak mengenakan terhadap para relawan.
“Di antaranya: banyaknya pungli di beberapa titik jalan yang dilalui unit armada angkut kami. Adanya tindakan intoleran terhadap beberapa rekan dengan dalih sgama,” yulis postingan tersebut menjelaskan alasan kemunduran mereka.
Akun pada media sosial tersebut juga menambahkan jika mereka datang tanpa embel-embel apapun.
Baca Juga: Dari Motor Trail Hingga Helikopter Dikerahkan untuk Kirim Bantuan Korban Gempa Cianjur
“Kami datang tanpa simbol dan atribut, jika hanya perbedaan warna kulit dan keyakinan menjadi pembatas maka tidak ada jalan bagi kami untuk pulang dan rehat. Terima kasih support kawan-kawan sektor barat dan partisan. Salam,” ungkap sang akun mewakili para relawan RAID.
Diduga saat memberikan bantuan bagi warga korban gempa Cianjur, para relawan diwarnai aksi pungli yang terjadi di beberapa titik.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sempat memberikan pernyataan soal pencopotan spanduk gereja pada salah satu tenda bantuan.
"Walaupun kita tidak bersaudara dalam keimanan, kita tetaplah bersaudara dalam kebangsaan dan kemanusiaan," kata Ridwan Kamil di akun Instagram pribadinya pada Minggu, 27 November 2022.
Ridwan Kamil juga menindaklanjuti urusan ini ke polisi agar tidak terulang di kemudian hari.***

Share this article
Viral relawan medis yang tengah membantu warga korban gempa Cianjur memutuskan untuk mundur dari memberikan bantuan.