AYOJAKARTA.COM - Peran Kuat Maruf dalam kasus pembunuhan Brigadir J menjadi salah satu sorotan dalam persidangan.
Pengaruh Kuat Maruf tersebut sempat membuat heran Majelis Hakim.
Sebab, Kuat Maruf yang bekerja sebagai sopir Ferdy Sambo itu sangat dekat dengan istri majikannya, Putri Candrawathi.
Baca Juga: Ayah Brigadir J Minta Kuat Maruf Menatap Matanya, hingga Beri Teguran Tegas, Warganet : Sungguh Berwibawa
Kuat Maruf dinilai bukan sopir biasa karena pengaruh besarnya terhadap kasus Pembunuhan Brigadir J.
Lantaran hanya bertugas sebagai sopir dan bukan pula anggota polisi tapi Kuat Maruf bisa mengatur atau melarang anak buah Ferdy Sambo.
Latar belakang tersebut membuat Kuat Maruf menjadi salah satu sorotan di persidangan kasus Pembunuhan Brigadir J.
Baca Juga: Terpopuler! Pengacara Ungkap Bukan Brigadir J yang Meraba Putri Candrawathi Tapi Kuat Maruf
1. Sosok Skuad Lama = Si Kuat
Hasil penelusuran kasus pembunuhan Brigadir J menemukan bahwa ada ancaman yang dilakukan oleh 'skuad-skuad'.
Dalam rapat dengan Komisi III DPR di Gedung DPR, Jakarta pada 22 Agustus 2022, Choirul Anam mengungkapkan hasil penelusuran tersebut.
Ternyata sosok skuad lama yang dimaksud adalah sopir dan ART Istri Ferdy Sambo, yakni Kuat Maruf.
Penyebutan skuad disini ternyata maksudnya mengarah pada 'Si Kuat'.
kuat marufBaca Juga: Terpopuler! Kuat Maruf Bantah Keterangan Kekasih Brigadir J: Tidak Ada Bahasa Seperti Itu Waktu Kejadian
2. Orang Kepercayaan Ferdy Sambo
Kuat Maruf merupakan karyawan senior sehingga menjadi orang kepercayaan Ferdy Sambo.
Perebutan kepercayaan ini membuat adanya rasa saling iri dan kecemburuan antara ajudan dengan Kuat Maruf.
Diduga ada sekelompok orang yang merupakan ajudan yang cemburu dengan kedekatan Brigadir J dengan Ferdy Sambo.
"Perselisihan di antara mereka ini sudah lama ada, atau kecemburuan-kecemburuan," jelas Kamaruddin Simanjuntak selaku Kuasa Hukum keluarga Brigadir J.
Baca Juga: Pertanyaan Ibunda Brigadir J ke Kuat Maruf dan Ricky Rizal: Sudah Puas dengan Kematian Yoshua?
3. Ancam Bunuh Brigadir J
Situasi persaingan perebutan kepercayaan mulai dirasakan tidak enak oleh Brigadir J.
Dalam persidangan, kekasih Brigadir J, Vera Simanjuntak mengungkap soal pengancaman tersebut.
Ancaman pembunuhan tersebut diceritakan Brigadir J kepada Vera terjadi sehari sebelum Brigadir J tewas.
"Terus, 'aku diancam' dia (Brigadir J) bilang gitu, 'diancam gimana?' saya bilang, 'berani kau naik ke atas kubunuh kau' dia bilang gitu," jelas Vera ketika menelepon Brigadir J.
Vera Simanjuntak menyebut Brigadir J pernah bercerita bahwa dirinya pernah diancam akan dibunuh oleh skuad-skuad di rumah Ferdy Sambo.
"'Siapa yang ancam?' saya bertanya, 'skuad-skuad disini' dia (Brigadir J) bilang," kata Vera menceritakan percakapannya dengan Brigadir J.
Dimana berdasarkan hasil penelusuran, skuad tersebut diduga yakni Kuat Maruf.
4. Punya 'Hubungan Spesial' dengan Putri Candrawathi
Sempat dibeberkan oleh Susi yang merupakan ART Ferdy Sambo di persidangan soal kedekatan Kuat Maruf dan Putri Candrawathi.
Susi sempat keceplosan menyebut nama Kuat Maruf saat ditanya Hakim soal Arka, anak keempat Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo.
Brigadir Daden, salah satu ajudan Ferdy Sambo juga mengaku bahwa Arka merupakan anak adopsi.
Diungkapkan oleh Kuasa Hukum Bharada E bahwa Brigadir J sempat memergoki Putri Candrawathi bermesraan dengan Kuat Maruf di Magelang.
Pada adegan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di Magelang, juga terbukti bahwa ada adegan Kuat Maruf berada dalam satu kamar bersama Putri Candrawathi.
Baca Juga: Ucapkan Dukacita pada Keluarga Brigadir J, Kuat Maruf Bantah Semua Dakwaan sampai Bersumpah Demi Nama Tuhan
Sehingga hal itu juga turut dipertanyakan oleh Ibunda Brigadir J di persidangan.
"Ada apa kamu dengan si Putri itu Kuat Maruf? ada apa? siapa kamu di dalam itu? siapanya si Putri kamu? sampai kamu mendesak, mengatur si Putri," ujar Rosti Simanjuntak kepada Kuat Maruf.
Dari keempat alasan itu tentunya semakin terkuak peran Kuat Maruf dalam kasus Pembunuhan Brigadir J.
Namun hingga posisi Kuat Maruf sudah menjadi terdakwa pun masih terjadi tarik ulur soal kesaksian para terdakwa pada persidangan.
Bahkan Ibunda Brigadir J meminta Kuat Maruf dan kelompok ajudan agar berbicara sejujur-jujurnya.***

Share this article
Berikut ini adalah empat alasan mengapa pengaruh Kuat Maruf sangat besar dalam kasus pembunuhan Brigadir, Majelis Hakim saja sampai bingung.