JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Rohaniawan Franz Magnis Suseno atau yang akrab disapa Romo Magnis menilai perayaan Natal tahun 2019 berjalan cukup baik. Meski ada kasus intoleransi di Sumatera Barat.
"Perayaan Natal tahun ini, saya lihat berjalan sangat bagus. Satu kasus itu tidak merusaknya. Saya juga tidak melihatnya secara rinci bagaimana situasi di situ," ujarnya, usai dialog lintas iman untuk moderasi beragama di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (26/12/2019).
Franz Magnis sangat menyesalkan jika benar larangan merayakan Natal di Sumatera Barat. Padahal, sebagian besar umat Kristiani bebas dan gembira merayakan Natal.
"Rupa-rupanya ini memang ada sikap intoleransi dari masyarakat, apakah ini ada kaitan dengan masalah kesukuan saya tidak tahu," ucap pria berusia 83 tahun itu.
Sejatinya, kata dia, pemerintah bertanggung jawab untuk melindungi kelompok tertentu dalam melaksanakan ibadah. Romo Franz juga tidak mau terlalu cepat menyimpulkan atas satu kasus intoleransi tersebut.
"Kita tentu belum boleh menarik secara kesimpulan dari satu kasus ini. Intoleransi adalah suatu sikap manusia yang agak buruk. Ada di mana mana tidak hanya di Indonesia," cetusnya.
Dia berharap, ke depan pemasalahan serupa tidak terjadi lagi. Sehingga kerukunan antarumat beragama terus terjaga dengan baik.
"Saya kira suatu seperti ini di masa depan tidak terulang kembali," harapnya.
Share this article
Rohaniawan Franz Magnis Suseno atau yang akrab disapa Romo Magnis menilai perayaan Natal tahun 2019 berjalan cukup baik. Meski ada kasus intoleransi di Sumatera Barat. "Perayaan Natal tahun ini, saya lihat berjalan sangat bagus. Satu kasus itu tidak merusaknya. Saya juga tidak melihatnya secara rinci bagaimana situasi di situ," ujarnya, usai dialog lintas iman untuk moderasi beragama di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (26/12/2019). Franz Magnis sangat menyesalkan jika benar larangan merayakan Natal di Sumatera Barat. Padahal, sebagian besar umat Kristiani bebas dan gembira merayakan Natal.