AYOJAKARTA.COM – Ancaman bom di pesawat Saudi Airlines rute Jeddah-Surabaya yang ditumpangi jamaah haji Indonesia dengan nomor penerbangan SV 5688, bukan teror biasa.
Selain dialami ratusan jemaah haji asal Indonesia tujuan Surabaya, ancaman teror bom juga sempat dialami penumpang pesawat Saudi Airlines SV 5276 rute Jeddah-Jakarta.
Berdasarkan hasil penyisiran usai pesawat mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Medan, Densus 88 dan TNI tidak mendapati adanya ancaman teror bom yang dimaksud.
Selain memeriksa seluruh penumpang dan awak penerbangan, pemeriksaan terkait bom juga dilakukan ke seluruh bagian pesawat.
Guna memastikan ada atau tidaknya teror dengan wacana kepulangan Hambali yang dikenal sebagai Pelaku Teror Bom, Densus menggandeng FBI untuk melakukan investigasi.
Akibat adanya dua kali peristiwa identik yang dialami oleh para jamaah haji dalam satu pekan, ancaman teror bom bisa diasumsikan sebagai sebuah pernyataan.
Narasi terkait ancaman bom yang dialami oleh para jemaah haji asal Indonesia tersebut, merupakan pandangan dari Tenaga Ahli Utama Bidang Keamanan KSP.
“Tujuan dari perilaku ini untuk menyebarkan ketakutan yang meluas, dan ini sudah termasuk teror,” ungkap Ridwan Habib.
Disampaikan saat menjadi narasumber di sebuah siniar, Ridwan yang merupakan Ahli Bidang Keamanan KSP Periode 2019-2014 yakin teror bom tersebut bukan ancaman biasa.
Jarak waktu ancaman pertama yang terjadi pada 17 Juni dan 21 Juni 2025 untuk kedua kalinya, merupakan variabel penting untuk melakukan penilaian.
Adanya kesamaan jenis maskapai penerbangan dan rombongan penumpang yang dibawa, merupakan indikasi lain dan perlu menjadi acuan.
Baca Juga: SPMB Jatim 2025 Tahap 3 Dibuka Besok, Ini Cara Cek Peluang Diterima SMA/SMK Jalur Domisili
Meski metode penyampaian pesan yang dilakukan oleh Pelaku teror bom berbeda, ancaman melalui email ataupun radio komunikasi tetap perlu diperhitungkan.
Menurut analisa awal, Ridwan menilai teror ancaman bom yang dialami oleh pesawat Saudi Airlines lebih berkaitan dengan dampak proxy war antara India dengan Pakistan.
Anggapan tersebut, menurut Ridwan berdasarkan pada hasil temuan email dan transmisi radio yang diduga dilakukan dari Mumbai, India.
“Kita saat ini masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan Densus dan FBI, karena ini terjadi lintas negara,” imbuh Ridwan.
Baca Juga: BSU Rp600 Ribu Mulai Cair, Segera Cek Rekening Anda!
Teror bom di pesawat milik Arab Saudi yang mengangkut jemaah haji asal Indonesia, ,yang diduga dikirim oleh terduga Pelaku dari India; tidak bisa dianggap perkara biasa.
Pelaku teror bom, menurut Ridwan memiliki kepentingan untuk membenturkan antara negara-negara yang dikenal karena merupakan kantong persebaran umat Islam di dunia.
“Pelakunya belum tentu terkait dengan pemerintah India, bisa saja hanya ingin memfitnah atau mengadu domba,” pungkas Ridwan dikutip Ayojakarta dari YouTube Forum Keadilan TV. ***

Share this article
Ancaman bom di 2 pesawat Saudi Airlines yang angkut jemaah haji RI diduga teror lintas negara, berkaitan proxy war India–Pakistan.