AYOJAKARTA.COM – Purwakarta yang merupakan bagian dari wilayah provinsi Jawa Barat, tengah menjadi sorotan karena munculnya fenomena Tanah Bergerak.
Akibat peristiwa Tanah Bergerak tersebut, sebanyak puluhan bangunan di Purwakarta, Jawa Barat ikut mengalami kerusakan dari mulai kategori ringan hingga keruntuhan.
Salah satu wilayah di Purwakarta, Jawa Barat yang tercatat mengalami kerusakan cukup parah akibat fenomena Tanah Bergerak adalah Desa Pasir Munjul, Sukatani.
Selain menyebabkan keruntuhan bangunan dan tempat tinggal, dampak tanah bergerak juga dikuatirkan akan meluas hingga berpotensi membahayakan Tol Cipularang.
Sehubungan dengan adanya peningkatan kekhawatiran tersebut, Teten Ali Mulku selaku Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat sempat memberi tanggapan.
Berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan pada Minggu sore, Teten menyebut intensitas pergerakan tanah di wilayah Purwakarta cenderung mengalami penurunan.
Namun demikian, Teten masih belum dapat memastikan bahwa pergerakan tanah di sekitar area tersebut akan berhenti atau bahkan berlanjut.
Guna memastikan tingkat keamanan, Teten dan sejumlah instansi terkait masih akan terus melakukan pengawasan di sejumlah titik lokasi.
“Pagi-pagi rumah warga banyak yang masih ada, tiba-tiba sorenya terus runtuh, jadi kami terus melakukan pengawasan,” terang Teten saat dimintai keterangan.
Disamping melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja,, BPPD juga terus berkoordinasi dengan pihak Kepolisian serta TNI untuk memastikan keamanan dan keselamatan warga.
Terkait dengan potensi bahaya yang hingga saat ini masih mengancam objek vital nasional Tol Cipularang, Teten menyebut telah bekerjasama dengan PVMBG.
Baca Juga: Segera Debut September 2025, Inilah 10 Bocoran Menarik dari iPhone 17 Air, Punya Fitur Apa?
Bersama dengan tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, BPBD berencana akan mulai melakukan pendalaman lebih lanjut.
Langkah tersebut, menurut Teten perlu dilakukan mengingat penetapan status terhadap objek vital nasional memerlukan sejumlah upaya dan pendekatan.
“Bersama PVMBG kita tentu akan mendeteksi, saat ini kita sedang lokalisir dan melakukan langkah darurat bagi masyarakat yang terdampak,” imbuhnya.
Berkaitan dengan potensi yang mungkin terjadi jika objek vitan nasional Tol Cipularang ikut terdampak, Tetan enggan berkomentar.
Baca Juga: Lolos Verifikasi BSU Kemnaker 2025? Ini Langkah Selanjutnya yang Harus Dilakukan Penerima Manfaat
Selain karena tidak ingin melampaui kewenangannya, upaya pokok yang saat ini dipandang lebih perlu ditangani oleh BPBD adalah mitigasi untuk memastikan keselamatan warga.
Namun demikian, Tetan meyakini jika Tol Cipularang ikut terdampak oleh fenomena tanah bergerak maka aktivitas perekonomian warga akan ikut bergejolak.
“Karena ini menyangkut masalah teknis, kami takutnya akan mengganggu penghidupan dan kehidupan masyarakat sekitar,” pungkasnya dikutip Ayojakarta dari YouTube BeritaSatu. ***

Share this article
Tanah bergerak di Purwakarta rusak puluhan bangunan, ancam Tol Cipularang. BPBD & PVMBG lakukan pemantauan dan mitigasi lanjutan.