AYOJAKARTA.COM — Saksi ahli digital forensik, Rismon Sianipar tak gentar terus menyuarakan adanya rekayasa CCTV kasus Jessica Wongso.
Sejak ia dihadirkan pada persidangan tahun 2016, kesaksian yang ia temukan adalah adanya dugaan rekayasa CCTV.
Namun, kini Rismon Sianipar terang-terangan justru menyatakan bahwa CCTV tersebut bukan lagi dugaan tapi benar hasil rekayasa.
Baru-baru ini ia menyebut nama Krishna Murti, seorang perwira tinggi polri yang pernah menangani kasus kopi sianida.
Hal ini ia lakukan karena menurutnya, rekayasa CCTV telah dilakukan oleh saksi ahli lainnya yang tak lain adalah anak buah dari Krishna Murti.
Dua saksi ahli yang dituding Rismon Sianipar melakukan rekayasa CCTV adalah Muhammad Nuh Al Azhar (MN) dan Christopher Hariman Riyanto (CH).
Dalam tayangan YouTube Balige Academy, ia memberikan pesan kepada Krishna Murti untuk menyelesaikan polemik kasus Jessica Wongso, termasuk pada rekayasa CCTV sebagai alat bukti.
"Bagaimana ini sebagai mantan anak buah Anda (Krishna Murti)? Melakukan rekayasa secara gamblang di bawah komando Anda, bagaimana?," kata Rismon Sianipar.
"Pada saat itu kan, Anda yang mimpin, mengkomandoi, secara terang-terangan mereka merekayasa, Christopher Hariman Riyanto ini kan ada (fotonya) sedang persiapan," jelasnya.
Rismon kemudian menyoroti aksi perekayasa CCTV kasus Jessica Wongso, dan langsung mengatakan apakah Krishna Murti bisa melaporkan dua saksi ahli tersebut.
"Berarti kan di depan mata Anda sendiri, dia merekayasa CCTV, mereka berdua merekayasa video, kamera tujuh dan kamera sembilan, kedua kamera mahkota, nah bagaimana ini pak? Bisa nggak Anda ini melaporkan kedua orang yang merekayasa itu? Biar selesai masalah ini," tegasnya.
Tak hanya itu saja, Rismon Sianipar menyebut bahwa kelakuan anak buah Krishna Murti bisa membuat kewibawaan perwira tinggi polri sangat direndahkan.
Ia juga mengajak Krishna Murti untuk bertemu di Mabes Polri guna meyakinkan adanya rekayasa CCTV sebagai alat bukti kasus kopi sianida dengan terpidana Jessica Wongso.
"Kalau Anda masih tidak percaya, ayo kita bertemu di Mabes Polri Anda tanya saya langsung, dan Anda bandingkan dengan ahli-ahli lain di luar mereka berdua, independen. Kita buktikan secara ilmiah mereka merekayasa. Gitu pak Krishna Murti, progresif lah," ujarnya.
Lebih lanjut, Rismon Sianipar juga turut menantang Krishna Murti untuk membandingkan keahliannya di bidang IT dengan dosen IT lainnya, seperti dosen ITB atau UI.
"Kalau Anda masih tidak percaya ayo kita ketemu di Mabes Polri, kapan? Gitu pak. Biar saya buktikan, argumen ilmiah saya, bandingkan dengan dosen IT di ITB atau UI sana atau yang lain," ucap Rismon Sianipar.***

Share this article
Rismon Sianipar menyebut nama Krishna Murti, seorang perwira tinggi polri yang pernah menangani kasus Jessica Wongso.