AYOJAKARTA.COM -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan respons terhadap permintaan beberapa calon presiden yang menginginkan pembukaan data pertahanan dalam debat capres ketiga Pemilihan Presiden 2024.
Dalam debat tersebut, isu data pertahanan menjadi sorotan karena berkali kali ditanyakan kepada calon presiden (Capres) nomor urut 2 Prabowo Subianto yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Jokowi menjelaskan bahwa tidak semua informasi terkait pertahanan bisa dibuka ke publik.
"Yang berkaitan dengan pertahanan, keamanan negara, dan alutsista, ada yang bisa terbuka, tapi banyak yang memang harus dirahasiakan," kata Jokowi dikutip ayojakarta dari YouTube Kompas TV pada Selasa, 9 Januari 2024.
Presiden menegaskan bahwa karena data pertahanan ini menyangkut strategi besar suatu negara.
"Tidak semua informasi dapat dibuka seperti toko kelontong," ujarnya.
Baca Juga: Grace Natalie Klarifikasi Soal Dekati Moderator Saat Jeda Iklan Debat Ketiga Pilpres 2024
Sementara, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD berpendapat bahwa tidak semua data pertahanan bersifat rahasia.
Ia menilai, isu yang diangkat dalam debat capres bukanlah bagian dari informasi yang perlu dirahasiakan.
"Debat itu datanya dibuka di debat itu, bukan ngajak ngomong berdua. Tidak semua yang ditanyakan itu rahasia," jelas Mahfud MD," jelas Mahfud MD dikutip ayojakarta dari YouTube Metro TV.
Menurut Mahfud MD yang data yang bersifat rahasia itu memiliki undang-undang.
Baca Juga: Pemerintah Buka Alokasi Besar untuk Fresh Graduate di CPNS 2024, Begini Penjelasan Menteri PANRB
"Yang disebut rahasia negara itu misalnya orang disersi, strategi pertahanan, intelijen itu rahasia negara. Kalau anggaran itu dibuka ke publik, karena itu tanggung jawab ke publik bukan ngajak ngomong berdua bicara data," tegasnya.
Ia menegaskan bahwa dalam debat, informasi yang disampaikan harus menjelaskan secara publik, bukan dalam bentuk percakapan pribadi.
"Yang satu bicara data lalu ada yang yang bilang nanti kita ngomong berdua, gak boleh dong, ini debat harus ke publik jelaskan juga itu salahnya data disini saya punya, gitu. Kalau ngajak ngomong berdua namanya rembukan bukan debat," jelasnya.

Share this article
Jokowi memberikan respons terhadap permintaan beberapa calon presiden yang menginginkan pembukaan data pertahanan dalam debat capres ketiga.