AYOJAKARTA.COM - Pada debat ketiga Pilpres 2024 yang berlangsung Minggu (8/1/2024) malam, calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo sempat menyinggung tentang utang negara.
Dalam debat tersebut, capres Ganjar Pranowo sempat menyarankan untuk membaca buku Confessions of an Economic Hit Man dari karangan John Perkins.
Ganjar Pranowo menyebutkan bahwa dalam buku tersebut utang merupakan hal yang dapat mematikan, maka hati-hati kalau mau berhutang.
“Kita membaca buku Confessions of an Economic Hit Man dari John Perkins, bahwa utang-utang itu bisa mematikan. Maka hati-hati kalau mau utang,” kata Ganjar Pranowo.
Kemudian pernyataan Ganjar Pranowo pun sempat disetujui dan sama pendapat dengan capres nomor urut 2, yakni Prabowo Subianto.
"Saya kembali, saya gak ngerti, jangan-jangan guru kita, buku kita sama, pak Ganjar," ujar Prabowo Subianto.
Baca Juga: Kostum Ganjar Pranowo dan Mahfud MD pada Debat Capres Ketiga Jadi Sorotan, Ternyata Punya Arti Ini
Disarankan oleh pejabat publik, lantas apa isi buku yang berjudul Confessions of an Economic Hit Man yang dikarang oleh John Perkins tersebut?
Diketahui buku yang dikarang oleh John Perkins ini merupakan karangan yang terbit pada tahun 2004, dan diketahui bahwa John Perkins adalah seorang penulis kelahiran New Hampshire, Amerika Serikat pada tanggal 28 Januari 1945.
Dan disebutkan kalau nama John Perkins akhirnya terkenal publik lantaran dirinya merilis sebuah buku berjudul Confessions of an Economic Hit Man.
Baca Juga: Persiapan Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo Jelang Debat Ketiga Capres 2024!
Adapun diketahui bahwa buku tersebut berisikan tentang bagaimana sosok John Perkins menjalankan tugasnya untuk meyakinkan pemimpin politik dan finansial negara berkembang untuk berhutang besar dengan institusi seperti Bank Dunia dan USAID.
Dan disebutkan seandainya negara tidak dapat membayar, maka negara tersebut dipaksa tunduk terhadap tekanan politik dari Amerika Serikat terkait berbagai masalah.
Dalam buku tersebut bahkan mengungkapkan bahwa negara-negara berkembang dinetralkan secara politik, dan ekonomi negara-negara berkembang dirusak untuk jangka panjang.
Nah, pada buku ini, Perkins menceritakan tentang dirinya yang awalnya seorang pelayan kerajaan menjadi pejuang yang gigih untuk hak asasi manusia dan orang-orang tertindas.
Dan dirinya juga menceritakan tentang perjalanannya ke berbagai pelosok dunia, baik itu Indonesia, Panama, Ekuador, Kolombia, Saudi Arabia, Iran, dan negara lainnya.
Baca Juga: Tanggapi Soal Simulasi Surat Suara Pilpres Ada Dua Paslon, Ganjar Pranowo: KPU Kok Minta Maaf Terus
Banyak hal yang dilalui dan diperjuangkan oleh Perkins selama berkelana ke seluruh dunia, sehingga dia dan teman-temannya yang turut membantunya menyebutkan bahwa diri mereka adalah Economic Hit Man.
Lantas, untuk mengetahui lebih lanjut tentang isi buku Confessions of an Economic Hit Man maka anda dapat membacanya secara langsung.***
Share this article
Ganjar Pranowo sarankan baca buku berjudul Confessions of an Economic Hit Man, ternyata isinya bahas soal hal ini.