AYOJAKARTA.COM – Warganet tengah dibuat terheran-heran dengan kabar perihal ikutnya sejumlah "Tuhan" di Pemilihan Umum (Pemilu).
Keriuhan antara sesama warganet terjadi lantaran adanya penggunaan kata "Tuhan" yang secara langsung dikait-kaitkan dengan urusan Pemilu.
Namun demikian, keriuhan yang terjadi tersebut berangsur menjadi guyonan usai mengetahui maksud keterlibatan Tuhan di ajang Pemilu.
Sebelumnya pada Pemilu tahun 2019, keikutsertaan Tuhan dalam proses pemilihan juga sempat menjadi pemberitaan.
Baca Juga: Rocky Gerung Kritik Format Debat Capres-Cawapres KPU, Singgung soal Peran Moderator
Peristiwa menjelang pemilu tersebut bermula setelah Komisi Pemilihan Umum di Kabupaten Jember, Jawa Timur menemukan hal unik.
Berdasarkan hasil pencatatan Daftar Pemilih Tetap (DPT), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember menemukan ada enam warga yang memiliki nama tidak biasa.
Enam nama pemilih yang memiliki kesamaan nama tersebut tersebar di sejumlah kecamatan di wilayah Jember, Jawa Timur.
Selain dari Kecamatan Arjasa, Balung, Kencong, dan Patrang, warga dengan nama Tuhan juga berasal dari Kecamatan Sumber Baru.
Terkait dengan keikutsertaan sejumlah warga yang memiliki nama Tuhan, Komisioner KPU Jember sempat memberi tanggapan.
Menurut Ahmad Hanafi, enam warga di Kabupaten Jember tersebut memang memiliki nama Tuhan sebagaimana tertulis di kartu identitas.
“Ada enam pemilih di Kabupaten Jember ini yang bernama Tuhan, itu tersebar di beberapa kecamatan, dari DPT mereka memang namanya Tuhan,” jelas Hanafi, dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Selasa, 26 Desember 2023.
Menurut pengakuan salah seorang pemilik nama Tuhan yang akan menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu, nama tersebut merupakan pemberian orang tua.
Baca Juga: Rocky Gerung Kritik Format Debat: Yang Kita Perlukan Bukanlah Forum yang Dibangun KPU
“Itu nama dari orang tua, saya senang soalnya nama itu pilihan dari orang tua,” jelas warga pemilik nama Tuhan.
Di Pemilu tahun 2024 mendatang, KPU mencatat nama Tuhan telah berkurang menjadi lima orang.
Pada Februari 2024 mendatang, Tuhan akan kembali menggunakan kesempatan sebagaimana dengan warga negara Indonesia lainnya yang telah memiliki hak pilih.
Menurut pengakuan Tuhan yang berbeda orang, dirinya sudah tiga kali melakukan pencoblosan.
Baca Juga: Format Debat Berbeda Larang Panelis Bertanya, Ketua KPU Hasyim Asy'ari Beberkan Alasannya, Apa?
Dengan adanya unggahan di Instagram @vasio.id mengenai keterlibatan lima warga Jember pemilik nama Tuhan tersebut, warganet memberi tanggapan.
Menurut warganet pemilik akun @*h1no.*, meski terdengar salah tetapi Tuhan yang menjadi nama dari warga tersebut memang tidak bisa disalahkan.
Menurut seorang warganet lain, pemberian nama Tuhan kepada seorang anak bisa berdampak membingungkan ketika anak tersebut sudah menjadi orang tua.
“Ketika anaknya ditanya, aku adalah anak Tuhan, auto bikin sekte baru ini,” tulis warganet @*fahmisuzu* dengan imbuhan emoji tertawa.***

Share this article
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember menemukan ada enam warga yang memiliki nama tidak biasa.