AYOJAKARTA.COM – Calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan kembali melontarkan kritik pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Hal ini berawal ketika Ganjar Pranowo bertanya kepada Anies Baswedan terkait kebijakan pemerintah memindahkan ibu kota.
Ganjar menilai sudah ada banyak masalah di Jakarta yang salah satunya kemacetan, sehingga ibukota harus dipindahkan.
Anies Baswedan mengatakan meninggalkan masalah tidak akan membuat permasalahan selesai begitu saja.
Baca Juga: Mengenal Istilah Meritokrasi Lawan dari Ordal yang Disebut Anies Baswedan di Debat Capres Perdana
“Kalau ada masalah jangan ditinggalkan, diselesaikan. Itu filosofi nomor satu. Ditinggalkan tidak kemudian membuat otomatis selesai. Justru ini yang harus dibereskan. Kalau kami melihat begitu kita bicara lalu lintas, kontribusi ASN di dalam kemacetan itu hanya 4-7 persen, jadi enggak akan mengurangi kemacetan di sini,” kata Anies, dikutip dari kanal YouTube METRO TV, Rabu, 13 Desember 2023.
“Jadi jangan kita meniru pemerintah Belanda. Mereka punya Kota Tua. Ketika Kota Tua turun permukaan, mereka pindah ke selatan, bikin di sekitar Monas. Ditinggalkan, masalah tidak diselesaikan,” sambungnya.
Anies melihat masih banyak masalah yang lebih penting yang kini dirasakan dan harus dibangun untuk masyarakat.
Seperti membangun fasilitas pendidikan yang sudah tidak memadai hingga membangun jalur transportasi.
“Kita memiliki masalah yang masih urgen di depan mata, di Kalimantan sendiri kebutuhan untuk membangun sekolah yang rusak sangat banyak, membangun kereta api atau jalur tol antar kota di Kalimantan itu urgent. Yang merasakan dari uang itu siapa? Rakyat. Sementara yang kita kerjakan hanya membangun tempat untuk ASN bekerja, bukan untuk rakyat dan bukan pusat perekonomian,” ujarnya.
Ketika Ganjar bertanya apakah Anies menolak pembangunan ibu kota ke IKN, ia tidak menjawab secara gamblang.
Anies justru menekankan masih banyak permasalahan rakyat yang lebih penting untuk diselesaikan.
“Kami melihat ada kebutuhan-kebutuhan urgen yang dibangun untuk rakyat. Kalau hari ini belum bisa menyiapkan pupuk lengkap, tapi pada saat yang sama kita membangun sebuah istana untuk presiden dimana rasa keadilan kita?” tutupnya.***

Share this article
Calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan kembali melontarkan kritik pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).