AYOJAKARTA.COM - Survei elektabilitas pasangan capres-cawapres AMIN (Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin) memang diketahui selalu menjadi yang terbawah diantara pasangan capres-cawapres lainnya.
Namun pada fakta di lapangan setiap Anies Baswedan dan Cak Imin mengadakan acara, selalu saja dibanjiri oleh puluhan ribu hingga ratusan ribu pendukungnya.
Tentu saja hal ini membuat salah satu anggota partai pengusungnya yaitu PKS menjadi bingung dengan hasil survei elektabilitas pasangan Anies Baswedan dan Cak Imin yang sebenarnya.
Baca Juga: Jokowi Undang Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Makan Siang di Istana
Disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PKS Habib Aboe Bakar Al-Habsyi yang mengaku bahwa pihaknya merasa heran soal hasil survei elektabilitas Anies Baswedan dan Cak Imin yang selalu jelek, tetapi massa di lapangan tidak pernah sepi bahkan selalu banyak.
Aboe Bakar mengaku bingung, manakah diantara hasil survei elektabilitas atau fakta di lapangan yang merupakan hasil sebenarnya.
"Di survei jelek semua tetapi di jalanan banyak massanya (Anies-Imin). Itu yang ga jelas, yang bener yang mana juga saya nggak tahu," ujar Aboe Bakar seperti dikutip dari Suara.com, Senin (30/10/2023).
Aboe Bakar menilai bahwa meskipun pasangan AMIN banyak disepelekan hingga dipandang sebelah mata, namun kenyataannya keduanya adalah yang paling siap.
Selain itu banyak anggapan bahwa Anies dan Cak Imin bisa dijegal dan tak akan berhasil masuk mendaftar ke KPU.
Namun faktanya, anggapan tersebut terbantahkan dengan dibuktikan bahwa pasangan AMIN ini justru menjadi yang paling pertama mendaftar sebagai pasangan capres-cawapres ke KPU di hari pertama pendaftaran.
Baca Juga: Anies Baswedan dan Cak Imin Beri Janji Biaya Hidup Murah Jika Terpilih di Pilpres 2024
"Seakan-akan paslon ini nggak akan masuk, ternyata masuk gelombang pertama, daftar pertama, betapa siapnya si paslon," tegasnya.
Dalam kesempatan diskusi yang sama, Muhammad Qodari selaku pendiri Indo Barometer mengungkapkan bahwa banyaknya massa pendukung Anies Baswedan dan Cak Imin karena basis PKS yang kuat.
Menurut Qodari, setiap kandidat yang menggandeng PKS didalamnya akan memiliki kekuatan yang cukup besar dalam menggiring massa pendukung.
Hal itu dikarenakan kemampuan mobilisasi dan militan PKS dianggap sangat luar biasa.
"Semua kandidat kalau ada PKS pasti ramai (massanya) karena kemampuan mobilisasi dan militansi PKS luar biasa," kata Qodari.
Baca Juga: PKS Sampaikan Anies Baswedan Siap Lanjutkan yang Baik Termasuk IKN
Dan hal itulah yang menjadi dasar alasan mengapa survei elektabilitas Anies Baswedan dan Cak Imin selalu rendah, meski massa di lapangan sangat banyak.
Diketahui bahwa beberapa lembaga survei yang selama ini meneliti elektabilitas para pasangan capres-cawapres dalam Pilpres 2024 menunjukkan bahwa angka persentase untuk pasangan AMIN memang selalu menjadi yang terendah.
Anies Baswedan dan Cak Imin selalu berada di urutan ketiga dibanding dengan lawannya Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka serta Ganjar Pranowo - Mahfud MD.***

Share this article
PKS, sebagai salah satu partai pengusung pasangan capres-cawapres Anies Baswedan dan Cak Imin mengaku bingung dengan hasil survei.