Survei Anies Baswedan-Cak Imin Selalu Jelek tapi Massa di Lapangan Banyak, Bikin PKS Bingung: Mana yang Benar?

Pasangan capres-cawapres 2024, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin)
Pasangan capres-cawapres 2024, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin)

AYOJAKARTA.COM - Survei elektabilitas pasangan capres-cawapres AMIN (Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin) memang diketahui selalu menjadi yang terbawah diantara pasangan capres-cawapres lainnya.

Namun pada fakta di lapangan setiap Anies Baswedan dan Cak Imin mengadakan acara, selalu saja dibanjiri oleh puluhan ribu hingga ratusan ribu pendukungnya.

Tentu saja hal ini membuat salah satu anggota partai pengusungnya yaitu PKS menjadi bingung dengan hasil survei elektabilitas pasangan Anies Baswedan dan Cak Imin yang sebenarnya.

Baca Juga: Jokowi Undang Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo Makan Siang di Istana

Disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PKS Habib Aboe Bakar Al-Habsyi yang mengaku bahwa pihaknya merasa heran soal hasil survei elektabilitas Anies Baswedan dan Cak Imin yang selalu jelek, tetapi massa di lapangan tidak pernah sepi bahkan selalu banyak.

Aboe Bakar mengaku bingung, manakah diantara hasil survei elektabilitas atau fakta di lapangan yang merupakan hasil sebenarnya.

"Di survei jelek semua tetapi di jalanan banyak massanya (Anies-Imin). Itu yang ga jelas, yang bener yang mana juga saya nggak tahu," ujar Aboe Bakar seperti dikutip dari Suara.com, Senin (30/10/2023).

Baca Juga: Singgung Nepotisme, Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar Ingatkan Pentingnya Memilih Pemimpin yang Benar

Aboe Bakar menilai bahwa meskipun pasangan AMIN banyak disepelekan hingga dipandang sebelah mata, namun kenyataannya keduanya adalah yang paling siap.

Selain itu banyak anggapan bahwa Anies dan Cak Imin bisa dijegal dan tak akan berhasil masuk mendaftar ke KPU.

Namun faktanya, anggapan tersebut terbantahkan dengan dibuktikan bahwa pasangan AMIN ini justru menjadi yang paling pertama mendaftar sebagai pasangan capres-cawapres ke KPU di hari pertama pendaftaran.

Baca Juga: Anies Baswedan dan Cak Imin Beri Janji Biaya Hidup Murah Jika Terpilih di Pilpres 2024

"Seakan-akan paslon ini nggak akan masuk, ternyata masuk gelombang pertama, daftar pertama, betapa siapnya si paslon," tegasnya.

Dalam kesempatan diskusi yang sama, Muhammad Qodari selaku pendiri Indo Barometer mengungkapkan bahwa banyaknya massa pendukung Anies Baswedan dan Cak Imin karena basis PKS yang kuat.

Menurut Qodari, setiap kandidat yang menggandeng PKS didalamnya akan memiliki kekuatan yang cukup besar dalam menggiring massa pendukung.

Hal itu dikarenakan kemampuan mobilisasi dan militan PKS dianggap sangat luar biasa.

"Semua kandidat kalau ada PKS pasti ramai (massanya) karena kemampuan mobilisasi dan militansi PKS luar biasa," kata Qodari.

Baca Juga: PKS Sampaikan Anies Baswedan Siap Lanjutkan yang Baik Termasuk IKN

Dan hal itulah yang menjadi dasar alasan mengapa survei elektabilitas Anies Baswedan dan Cak Imin selalu rendah, meski massa di lapangan sangat banyak.

Diketahui bahwa beberapa lembaga survei yang selama ini meneliti elektabilitas para pasangan capres-cawapres dalam Pilpres 2024 menunjukkan bahwa angka persentase untuk pasangan AMIN memang selalu menjadi yang terendah.

Anies Baswedan dan Cak Imin selalu berada di urutan ketiga dibanding dengan lawannya Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka serta Ganjar Pranowo - Mahfud MD.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Muhaimin Iskandar
# Cak Imin
# AMIN
# PKS
# Anies Baswedan

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.