AYOJAKARTA.COM – Politisi kader PDIP, Panda Nababan membongkar rahasia terkait naiknya Gibran Rakabuming Raka untuk mengikuti pemilihan Wali Kota Solo di tahun 2020.
Panda Nababan menyebutkan bahwa ada peran Joko Widodo di balik majunya Gibran Rakabuming Raka untuk maju menjadi Wali Kota Solo.
Sebagai Informasiv partai PDIP sendiri dalam memajukan kadernya tentu memiliki beberapa aturan dan syarat yang harus dipenuhi, dimana salah satunya harus tercatat sudah 2 tahun menjadi kader.
Terkait hal inilah Joko Widodo meminta langsung kepada Megawati Soekarnoputri untuk mengabulkan Gibran Rakabuming Raka untuk menjajal pemilihan Walikota Solo.
Sebelumnya, Gibran Rakabuming Raka resmi masuk dan bergabung bersama Partai PDIP pada tahun 2019 lalu, dan pada 4 September 2020, Gibran Rakabuming Raka resmi mendaftar sebagai calon Wali Kota Solo.
Dikutip ayojakarta.com melalui laman suara.com, Panda Nababan mengungkapkan bahwa naiknya Gibran Rakabuming Raka menjadi Calon Wali Kota Solo ada campur tangannya Joko Widodo, dan Jokowi meminta langsung kepada Megawati untuk dapat memajukan Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Posisi atau Cara Berdiri Ungkap Sifat Dominan, Kamu Tipe yang Mana?
"Proses pemilihan Wali Kota Solo sebenarnya aturan partai itu minimal kader 2 tahun. Tetapi Jokowi meminta langsung ibu Mega, biar anaknya Gibran yang maju. Tapi, karena Mega sayangnya sama Jokowi dengan hak prerogatif itu, diabaikan lah itu," sebut Panda Nababan.
Adapun Panda Nababan mengungkapkan hal ini lantaran ada isu bahwa Gibran Rakabuming Raka akan keluar dari Partai PDIP dan maju menjadi cawapres Prabowo Subianto.
Jika benar Gibran akan keluar dari PDIP maka menurutnya itu sebuah pengkhianatan.
"Begitu tragisnya kalau dengan gampang akan ditinggal, kalau Gibran keluar dari PDIP gak kebayang aku etikanya, tata kramanya, Jokowi dan keluarganya punya karakter seperti itu. Pengorbanan itu dari begitu besar dari PDIP," tuturnya.
Baca Juga: 4 Karakter Asli Orang yang Senang Pakai Baju Dominan Warna Hitam
Lantas Panda Nababan pun memberikan saran kepada Gibran Rakabuming Raka untuk lebih menyadari bahwa ada tata krama yang harus dijaga ketimbang mengejar kekuasaan.
"Apa iya sehebat itu nafsu kekuasaan itu, gak ada lagi tata krama gak peduli pengorbanan DPC Solo. Tidak ujug-ujug. Kami sebagai partai besar ada tatanannya. Saya cuma bayangkan apa iya moralnya begitu?," lanjutnya.***

Share this article
Panda Nababan sebut pengkhianat jika Gibran keluar dari PDIP untuk maju sebagai cawapres Prabowo, ungkit sejarah pilkada solo