AYOJAKARTA.COM – Bakal capres dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan melakukan safari kebangsaan ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah.
Silaturahmi kebangsaaan Anies Baswedan tersebut merupakan rangkaian kunjungan usai sebelumnya dilakukan di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Selain menemui sejumlah alim ulama, dalam rangkaian kunjungan di Jawa Tengah tersebut Anies Baswedan juga bersilaturahmi dengan pedagang, kaum milenial serta budayawan.
Saat berada di wilayah Cilongok, selain disambut warga dengan swafoto; kedatangan Anies juga disambut dengan atraksi santri berkuda.
Baca Juga: Hasil Survei LSI: Prabowo Subianto Unggul di Putaran Kedua atas Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan
Pada acara kunjungan di Ponpes Darussalam Dukuhwaluh, Purwokerto, Anies membahas cita-cita perubahan yang diusung bersama cawapres Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
“Bukan sekedar perbaikan tetapi kita ingin ada perbaikan, kita ingin biaya pendidikan jadi murah, kebutuhan pangan terjangkau,” ungkap Anies, dikutip dari kanal YouTube MetroTV, Kamis, 5 Oktober 2023.
Sementara dalam pidato di hadapan alim ulama dan tokoh masyarakat Banyumas, cawapres Muhaimin Iskandar sempat menyoal istilah Amin yang membuat gempar.
Menurutnya penggunaan istilah Amin di ranah publik yang memiliki arti Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, sudah membuat iri segelintir orang.
Baca Juga: Gaspol Cari Dukungan di Jateng, Anies Baswedan-Cak Imin Optimis Menang Pilpres 2024?
Namun demikian, Muhaimin Iskandar mengajak agar seluruh pendukungnya tetap solid dalam menjaga hubungan persaudaraan.
“Jaga ukhuwah, biarkan ada yang iri kita cuekin, lama-lama nggak laku sendiri,” ungkap Muhaimin Iskandar.
Salah satu agenda lain yang dilakukan pasangan Anies-Muhaimin ke Banyumas adalah peresmian sekretariat bersama atau Sekber Pemenangan Amin.
Dibentuk oleh partai pendukung koalisi, Sekber akan berfungsi sebagai salah satu wadah dalam menyerap aspirasi terkait perubahan di Jawa Tengah.
Baca Juga: Jawara Betawi Deklarasikan Dukung AMIN di Pilpres 2024, Anies Baswedan: Mari Kita Bersatu
Sementara itu, di hadapan budayawan Anies menyampaikan pentingnya keterlibatan negara dalam menjaga kelestarian budaya.
Bukan saja karena bisa mendatangkan benefit, peran negara terhadap kelestarian terhadap aspek budaya menurut Anies juga karena tidak bisa dikelola oleh pihak swasta.
“Ini tidak bisa dilakukan oleh swasta, karena ini sifatnya bukan mendatangkan keuntungan melainkan manfaat, bukan profit tetapi benefit,” ungkap Anies.
Anies menilai hasil dialog dan bertukar pikiran bersama para budayawan akan dijadikan sebagai salah satu bekal penting dalam proses mewujudkan perubahan.
Baca Juga: Dialog dengan Anak Muda di Purwokerto, Anies Bahas K-Pop: Korea Itu Investasi Besar-besaran
“Kami mendapatkan inspirasi banyak, dan mudah-mudahan menjadi bekal untuk salah satu agenda perubahan,” imbuhnya
Sejak awal kunjungan, kedatangan Anies beserta Muhaimin mendapat sambutan antusias dari seluruh lapisan masyarakat Banyumas.
Di hadapan awak media, Anies yang sempat menetap di Ajibarang saat masih mahasiswa mengungkap rasa senangnya dalam dialek Panginyongan Banyumasan.
“Inyong seneng banget dadi bungah, alhamdulillahi tercapai bisa berada di Banyumas,” terang Anies.***

Share this article
Bakal capres dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan melakukan safari kebangsaan ke sejumlah wilayah di Jawa Tengah.