AYOJAKARTA.COM - Muhaimin Iskandar (Cak Imin), yang merupakan bakal calon wakil presiden (cawapres) dari Koalisi Perubahan dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menjelaskan bahwa pertemuan dengan Habib Rizieq Shihab tidak melibatkan pembahasan tentang dukungan politik.
"Tidak ada pembahasan dukungan politik. Hanya menjadi saksi nikah," ucap Cak Imin.
Cak Imin menegaskan bahwa kehadirannya dalam pernikahan putri Habib Rizieq adalah sebagai saksi nikah. Di samping itu, Cak Imin juga mengajak semua pihak untuk bersatu meskipun terdapat perbedaan pandangan.
"Saya ke Habib Rizieq diundang untuk menjadi saksi, tapi yang paling penting adalah sekeras-keras perbedaan pandangan, saya mengajak semuanya untuk berdiri sejajar, tidak ada yang menafikan satu dengan yang lain," kata Cak Imin.
"Saya kira lambat laun semua akan ke tengah. PKB konsisten di tengah, tidak boleh ada ekstrem kiri, dan ekstrem kanan. Semua kita tarik yang dari kanan ke tengah, yang dari kiri ke tengah. Itulah Pancasila," lanjutnya.
Sebelumnya, bakal calon presiden (capres) yang mewakili Koalisi Perubahan, Anies Baswedan, dan cawapresnya, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), telah menghadiri sebuah undangan yang memiliki dua dimensi penting. Pertama, mereka diundang untuk menjadi saksi dalam pernikahan putri Habib Rizieq Shihab. Kedua, kedua tokoh ini juga turut serta dalam acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Petamburan, Jakarta, pada Rabu, 27 September 2023.
Terkait dengan pertemuan ini, Koordinator Badan Pekerja Anies-Imin (Baja Amin), Sudirman Said, telah memberikan penjelasan yang memperjelas tujuan kehadiran Anies dan Cak Imin dalam acara tersebut.
Sudirman Said menyatakan bahwa kedatangan Anies dan Cak Imin sebagai saksi pernikahan putri Habib Rizieq Shihab adalah manifestasi dari pengamalan sila ketiga Pancasila, yaitu persatuan Indonesia. Menurutnya, pasangan Amin ini memberikan contoh konkret mengenai pengamalan nilai-nilai Pancasila dan sikap yang mempromosikan persatuan dalam keberagaman bangsa.
Sudirman Said juga menyoroti fakta bahwa Anies dan Cak Imin senantiasa menjalin komunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat dan kalangan, menciptakan jaringan yang kuat dan hubungan yang terbuka. Hal ini dianggap sebagai tindakan yang baik dan positif bagi para pemimpin bangsa, mengingat pentingnya berdialog dan bekerja sama dengan semua elemen masyarakat.
"Dalam perspektif menghormati keberagaman dan merajut persatuan, para pemimpin bangsa harus punya keterbukaan dan kebijaksanaan berkomunikasi dengan siapa saja, apapun latar belakangnya. Keduanya sedang menjalankan tugas menyatukan semua elemen," ucap Sudirman Said.
Ketika Anies dan Cak Imin menghadiri undangan pernikahan putri Habib Rizieq, mereka tidak hadir sendiri, tetapi didampingi oleh pimpinan partai-partai yang tergabung dalam koalisi mereka.
Di antara mereka adalah Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, dan Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali. Kehadiran pimpinan partai koalisi ini menunjukkan kesinambungan dalam dukungan dan kerja sama di antara anggota koalisi untuk mencapai tujuan bersama dalam politik nasional.

Share this article
Cak Imin menegaskan bahwa kehadirannya dalam pernikahan putri Habib Rizieq adalah sebagai saksi nikah. Bukan urusan politik.