AYOJAKARTA.COM - Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang menjadi pengusung bakal calon presiden Anies Baswedan kini tengah diterpa isu tak sedap.
Isu terhadap koalisi pengusung Anies Baswedan itu justru datang dari anggota koalisinya sendiri yakni Parta Demokrat.
Salah satu kader Demokrat, Andi Arief selaku Ketua Bappilu menyebut bahwa di dalam koalisi pengusung Anies Baswedan tersebut ada satu partai pengkhianat.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Peluang Lulusan Sekolah IPDN, Bisa Langsung Kerja di Kementerian Indonesia
Diketahui bahwa dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan tak hanya Partai Demokrat, namun ada PKS dan juga NasDem.
Pernyataan Andi Arief tersebut disampaikannya melalui cuitan pada Twitter pribadinya seperti dikutip Ayojakarta.com pada siaran Kompas TV, Rabu (23/8/2023).
Andi sendiri menyebut bahwa partainya akan tetap bersama dengan PKS meski satu partai lain mengkhianati koalisi.
"Kamu akan terus bersama PKS meski satu partai lain mengkhianati koalisi," cuit Andi.
Partai lain dalam KPP yakni PKS ikut menanggapi pernyataan Andi Arief tersebut yang mulai ramai diperbincangkan banyak pihak dan menjadi isu yang cukup mengkhawatirkan.
Baca Juga: Elon Musk Bagikan 6 Tips Produktivitas Karyawan Tesla, Lebih Efisien dan Tak Membuang Waktu
Dalam tanggapannya, PKS menyampaikan bahwa apa yang disampaikan Andi terkait adanya partai pengkhianat dalam koalisi merupakan sebuah dinamika dalam berkoalisi.
Tak hanya itu, PKS juga menegaskan bahwa sampai detik ini seluruh parpol yang tergabung dalam KPP masih tetap solid.
"Namanya proses komunikasi itu pasti ada naik turunnya, ada dinamikanya, tapi yang jelas yang kita pahami bahwa pada tataran pimpinan elit parpol koalisi ini tetap solid," ujar Netty Prasetyani, Anggota DPR RI Fraksi PKS.
Menurutnya, dalam mengokohkan komunikasi dan membangun soliditas tidak akan menemui jalan yang mulus.
Baca Juga: Cek 5 Kekurangan Canon M3, Jangan Hanya Tergiur Harga Murah!
Tentunya akan ada halangan dan rintangan yang pasti ditemui dan itu semua termasuk dalam dinamika yang harus dihadapi.
Meskipun demikian, parpol pada KPP sebagai pengusung Anies Baswedan hingga kini masih tetap bersatu dan mengoptimalkan apa yang seharusnya dilakukan untuk mendukung pencalonan Anies Baswedan agar menang di Pilpres 2024 mendatang.
Harapannya jelang Pilpres 2024 yang semakin dekat, persatuan dan kesatuan antar parpol dalam koalisi harus tetap terjaga dengan baik demi kemajuan dan kebaikan bersama.***

Share this article
Sindir adanya pengkhianat di koalisi KPP bersama Anies Baswedan, PKS ikut buka suara. NasDem sindir PKS?