AYOJAKARTA.COM – Baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan video mengenai Anggota TNI yang mencopot baliho Ganjar Pranowo.
Hal ini semula membuat masyarakat menilai adanya penolakan dari TNI kepada salah satu bakal capres, Ganjar Pranowo.
Pihak TNI secara blak-blakan mengaku keliru mengenai pemasangan baliho Ganjar Pranowo yang berada di wilayah TNI.
Kapuspen TNI Laksamana Pertama Julius Widjojono mengungkap pencopotan baliho Ganjar Pranowo ini dilakukan pada 15 Juli 2023 sekitar pukul 17.45 WIB.
Baca Juga: Baliho Gambar Dirinya Dicopot TNI, Begini Tanggapan dan Pesan Ganjar Pranowo
Pada saat itu kebetulan akan diadakan festival musik di area Kodim, sehingga banyak atribut yang terpasang.
Laksamana Pertama Julius mengaku keliru karena ketika arena Kodim yang digunakan untuk festival musik di foto dan dilaporkan kepada Komandan Kodim, baru ketahuan bahwa di antara atribut konser musik terdapat baliho Ganjar Pranowo.
Pihak TNI sendiri sudah memberikan izin kepada panitia konser musik untuk memasang baliho atau atribut konser musik, tetapi nyatanya TNI keliru ada baliho yang berisi salah satu capres yaitu Ganjar Pranowo.
TNI tidak pernah memberikan izin untuk pemasangan baliho capres ataupun partai politik di area Kodim.
Baca Juga: Waduh, Ganjar Pranowo Izin Bolos jadi Gubernur untuk Hadiri Kegiatan Relawan
Baliho Ganjar Pranowo ini bukan dipasang oleh panitia konser musik yang akan berlangsung di area Kodim tetapi menurut Laksamana Pertama, yang memasang baliho Ganjar adalah para relawan Ganjar.
“Dipasangnya itu bersebelahan dengan festival musik di lahan Kodim 10.13. Ketika difoto baru menyadari adanya kekeliruan disitu baliho salah satu Capres,” ujar Laksamana Pertama, dikutip dari siaran TV One, Selasa, 18 Juli 2023.
Setelah itu TNI segera melakukan koordinasi dengan satpol PP untuk mencopot dan menurunkan baliho Ganjar Pranowo.
Pencopotan baliho Ganjar Pranowo ini bukan karena TNI menolak Ganjar sebagai salah satu bakal capres seperti yang diasumsikan oleh masyarakat.
Tetapi pencopotan baliho salah satu capres ini demi menjunjung sikap netral yang harus dimiliki oleh TNI karena baliho tersebut terpasang di area Kodim.
“Sudah jelas perintah Panglima untuk netral, yang pertama tidak memihak atau tidak memberi dukungan terhadap partai politik manapun, kedua tidak memberikan fasilitas tempat sarana dan prasarana TNI kepada paslon dan parpol untuk digunakan sebagai sarana kampanye,” ujar Laksamana Pertama.
Selain itu Anggota TNI juga dilarang untuk memberikan arahan mengenai hak pilih dalam pemilu, ini semua merupakan komitmen yang dipegang oleh TNI.***

Share this article
Baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan video mengenai Anggota TNI yang mencopot baliho Ganjar Pranowo.