AYOJAKARTA.COM--Sidang pertama yang dijalani oleh Mario Dandy atas kasus penganiayaan berat kepada David Ozora mengungkap fakta baru.
Mario Dandy yang selama ini dikenal sebagai sosok yang arogan nyatanya masih bisa arogan meski dalam penjara.
Terbukti dengan sikap Mario Dandy yang meski sudah berada di rutan tetapi masih bisa menawarkan sejumlah uang dan barang kepada Shane Lukas.
Kejadian yang terjadi sebelum lebaran Idul Fitri ini diungkapkan oleh ayah Shane Lukas, Tagor Lumbantoruan.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Metro TV (7/6/2023), Tagor Lumbantoruan mengaku bahwa pada saat Shane dan Mario sama-sama masih berada di rutan Polda, Shane sempat mendapat kiriman uang dan handphone.
Orang yang mengirim barang tersebut mengaku dirinya sebagai Om dari Mario Dandy dan berniat untuk menemui Shane. Barang yang ditawarkan adalah uang sejumlah Rp 1,5 juta dan sebuah handphone.
“Si Mario ini berusaha untuk memberikan sesuatu kepada Shane dan mengaku yang mengantar itu omnya Mario tapi terimakasih kepada pihak Polda yang jaga di sana langsung di benar-benar difilter ditanya,” kata Tagor.
“Dan yang memberikan uang satu juta lima ratus dan sebuah handphone tujuannya uang itu ke Shane, tidak langsung pergi. Jadi yang bertugas saat itu ya panggil Shane,” lanjutnya.
Namun Shane Lukas tidak berani mengambil tawaran tersebut, ia takut melakukan hal yang salah saat masih menjadi tersangka.
Pada saat itu Shane merasa pihak Kuasa Hukumnya dan juga orang tuanya harus mengetahui tawaran yang diberikan kepada dirinya tersebut.
Tagor Lumbantoruan sendiri mengaku tidak mengetahui tujuan dari pemberian sejumlah uang dan juga satu buah handphone kepada Shane oleh pihak Mario Dandy.
Di sisi lain Kuasa Hukum Shane Lukas, Happy Sihombing memiliki permintaannya untuk tidak menempatkan kliennya berada dalam satu sel dengan Mario Dandy karena memiliki alasan tertentu.
Happy Sihombing mengaku bahwa Shane Lukas akan mengatakan hal yang sebenarnya pada kasus penganiayaan David Ozora ini.
Oleh karena itu Happy Sihombing khawatir jika Shane Lukas tetap berada satu sel dengan Mario Dandy maka nantinya akan ada intervensi.
“Dia akan menyampaikan fakta-fakta yang sebenarnya dalam persidangan yang akan dia jalankan. Oleh karena itu untuk mengantisipasi bahwa supaya jangan ada masukan-masukan, intervensi dari pihak lain terutama dari pihak Mario. Kami meminta supaya ada pemisahan (sel) itu,” ujar Happy Sihombing.***

Share this article
Tagor Lumbantoruan mengaku saat masih berada di rutan Polda bersama Mario Dandy, Shane sempat mendapat kiriman uang dan handphone.