AYOJAKARTA.COM--Gibran Rakabuming, Wali Kota Surakarta baru saja bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Dalam pertemuannya dengan Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming mengaku tidak ikut campur masalah pencapresan.
Gibran Rakabuming juga menegaskan bahwa pertemuannya itu bukan berarti mendukung Prabowo Subianto tetapi hanya untuk makan malam.
Setelah pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Wali Kota Surakarta mengaku mendapat panggilan dari PDIP.
Seperti yang dikutip dari YouTube Kompastv, Gibran mengaku siap jika harus mendapat sanksi.
Baca Juga: Gibran Usai Dipanggil DPP PDIP Terkait Pertemuannya dengan Prabowo: Saya Tegak Lurus Arahan Ketum
“ya siap saya terima, sanksi, teguran hukuman siap kami terima, hari Senin saya berangkat,” ucapnya.
Sementara itu, dilansir dari YouTube tvOneNews pada Senin, 22 Mei 2023 Politisi PDI P, Deddy Sitorus mengatakan bahwa PDI tidak memanggil Gibran.
Tetapi hanya memberikan tawaran untuknya datang ke PDI P.
Sehingga kalau anak Presiden Jokowi itu mengatakan bahwa ia mendapat panggilan PDI P, Deddy menduga bahwa itu hanya gimik politik dari seorang Gibran.
“yang kedua, saya tegaskan disini karena saya dengar pembicaraan telpon itu saya ada ketika Pak Sekjen menelpon, tidak ada dia dipanggil dia menawarkan datang,” katanya.
“jadi kalaupun dia apa namanya kemudian di media mengatakan dia dipanggil, itu gimik politiknya mungkin untuk menjaga wibawanya ya terserah saja,” sambungnya.
Selain itu, Deddy Sitorus juga mengatakan bahwa partainya akan memecat Gibran jika sampai mendukung Prabowo.
“kan beliau tidak ada menyatakan ada dukungan kepada Pak Prabowo, kalau ada seketika kita pecat,” tegasnya.

Share this article
Setelah pertemuannya dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Wali Kota Surakarta ini mengaku mendapat panggilan dari PDI P.