AYOJAKARTA.COM -- Menjelang Hari Raya Waisak, ada tradisi unik yang dilakukan oleh umat Buddha, ada sejumlah biksu atau bhante yang melakukan perjalanan jauh dengan berjalan kaki menuju ke Candi Borobudur, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Para biksu yang melakukan perjalanan jauh ini berasal dari berbagai negara di Asia Tenggara dan memulai perjalanan dari Thailand.
Biksu melakukan perjalanan ke Candi Borobudur karena nantinya perayaan puncak Waisak akan digelar pada lokasi tersebut.
Baca Juga: Netizen Terharu Lihat Warga Bantu Para Biksu yang Berjalan Kaki ke Candi Borobudur: Keren Banget!
Detik-detik Waisak akan berlangsung pada 4 Juni 2023 pada pukul 10.41 WIB dengan rangkaian acara sebagai berikut:
- 30-31 Mei 2023: Bakti sosial pengobatan gratis di Zona 2 Candi Borobudur
- 2 Juni 2023: Pengambilan Api Dharma di Mrapen, Grobogan dan ritual pensakralan di Candi Mendut
- 3 Juni 2023:Pengambilan Air Berkah di Umbul Jumprit, Temanggung dan ritual pelaksanaan di Candi Mendut
- 4 Juni 2023: Kirab Waisak Candi Mendut ke Candi Borobudur, detik-detik Waisak 10.41.19 WIB, Pradaksina Candi Borobudur, Pelepasan lampion Waisak
Tema Waisak tahun ini adalah "Aktualisasikan Ajaran Buddha Dharma di Dalam Kehidupan Sehari-hari." Tema tersebut diharapkan dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta perdamaian dunia.
Baca Juga: Ramah dan Hangat, Sambutan Masyarakat Indonesia Pada 32 Biksu Viral di Media Sosial!
Ritual jalan kaki yang dilakukan oleh para biksu ini bernama Thudong yang merupakan perjalanan spiritual atau religi yang dilakukan untuk mengikuti jejak Buddha pada zaman kehidupannya karena pada saat itu belum terdapat wihara dan transportasi.
Dalam unggah akun Twitter Young Buddist Association @ybaindonesia, perjalanan yang dilakukan oleh Biksu disambut ramah dan hangat oleh masyarakat Indonesia.
Momen ini direkam oleh salah satu Bhikkhu dari luar negeri yang memperlihatkan atmosfer positif dari masyarakat Indonesia.
Video mengenai keramahan masyarakat Indonesia menyambut pada biksu ini sangat menyentuh hati warganet karena rakyat Indonesia terlihat sangat tulus dan ikhlas.
“Bhante dari Thailand, salah satu peserta Thudong mengatakan pertemuan dengan orang Indonesia adalah suatu momen yang sangat indah ketika perjalanan suci Thudong ke Candi Borobudur dilaksanakan,” utas @ybaindonesia.
Tidak sedikit yang menawarkan makanan dan minuman kepada biksu yang sedang melintas. Namun perlu diketahui bahwa bhikkhu hanya diperbolehkan makan dari pagi hingga siang saja.
Yaitu, dari matahari terbit hingga tengah hari. Jadi ketika waktu sudah melewati jam 12 siang maka bhikkhu hanya diperbolehkan untuk minum air saja.***

Share this article
Menjelang Hari Raya Waisak, ada sejumlah biksu atau bhante yang melakukan perjalanan jauh dengan berjalan kaki menuju ke Candi Borobudur.