AYOJAKARTA.COM -- Di depan para relawan, calon presiden Koalisi Perubahan Anies Baswedan mengkritisi kebijakan subsidi kendaraan listrik.
Menurut Anies Baswedan, kebijakan subsidi untuk masyarakat yang ingin memiliki kendaraan berbasis baterai bukan solusi terhadap persoalan lingkungan hidup.
Lebih lanjut Anies Baswedan juga menilai bahwa pengguna kendaraan listrik justru dari kalangan masyarakat yang tidak membutuhkan subsidi.
Baca Juga: Waduh! Baliho Anies Baswedan di Jember Dirusak Orang, NasDem Gercep Laporkan ke Pihak Berwajib
Sehubungan dengan pernyataan tersebut, Muhammad Kholid selaku Juru Bicara PKS (Partai Keadilan Sejahtera) ikut memberi pernyataan.
Menurut Kholid, Anies Baswedan memberikan kritik tersebut berdasarkan data yang dimiliki oleh Tim Ahli.
“Substansi yang disampaikan Anies adalah desain kebijakan publik yang tepat,” ujar Kholid terkait dengan kritik yang dilayangkan Anies.
Selain itu Kholid juga menambahkan bahwa langkah yang telah diungkapkan Anies merupakan hal yang bagus dalam merancang suatu kebijakan publik.
“Jadi kebijakan publik harus menghadirkan rasa keadilan,” imbuh Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera.
Baca Juga: Kini Kritik Subsidinya, Anies Baswedan Pernah Bikin 2 Peraturan yang Dukung Mobil Listrik
Pemberlakuan subsidi pembelian kendaraan listrik idealnya menyasar pada lapis masyarakat yang memang membutuhkan bantuan.
Namun realitas yang berlaku di masyarakat, subsidi pembelian kendaraan listrik justru lebih dinikmati oleh masyarakat dengan daya beli cukup tinggi.
“Siapa yang disubsidi, justru adalah kelompok-kelompok yang sebetulnya tidak perlu mendapatkan subsidi, karena mereka kelompok orang kaya,” imbuh Kholid.
Adapun jika tujuan kebijakan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi polusi, maka memaksimalkan peran transportasi publik perlu dipertimbangkan.
“Mengubah kebijakan dari kendaraan pribadi menuju transportasi publik, inilah yang perlu digagas,” jelas Kholid.
Mengurangi angka kemacetan ataupun emisi karbon, Kholid menambahkan dapat dilakukan dengan meningkatkan fasilitas dan layanan transportasi massal.
Selain itu, Kholid juga mengingatkan bahwa subsidi yang diberikan untuk kepemilikan kendaraan pribadi merupakan uang hasil pajak yang dibayar oleh masyarakat.
Terkait dengan langkah kebijakan yang berorientasi kepada transportasi publik, Kholid menjelaskan hal tersebut pernah dilakukan saat Anies menjabat Gubernur.
“Saat di DKI, fokus politik anggarannya itu transportasi publik dengan membuat Jaklingko yang terintegrasi,” ujar Kholid.
Dengan adanya kebijakan yang fokus pada peningkatan transportasi publik, maka masyarakat luas bisa menikmati secara bersama.
Keterbatasan terhadap sumber daya yang tersedia, menurut Kholid perlu benar-benar dipertimbangkan sebelum membuat kebijakan.
“Kalau kita memberi insentif yang salah, maka yang terjadi adalah penurunan emisi karbon tidak tercapai dan kemacetan bertambah,” tambahnya.
Dengan mengacu kepada peningkatan pelayanan transportasi publik, maka bukan persoalan jika subsidi kendaraan listrik kemudian dikritik.
Tanggapan Muhammad Kholid terkait kritik Anies Baswedan tentang kendaraan listrik dikutip AyoJakarta.com pada Kamis, 11 Mei 2023 dari Youtube Kompas TV.***(Karseno AJ)

Share this article
Di depan para relawan, calon presiden Koalisi Perubahan Anies Baswedan mengkritisi kebijakan subsidi kendaraan listrik.