AYOJAKARTA.COM - Calon Presiden Anies Baswedan belakangan banyak dibicarakan terkait kritik yang ia sampaikan kepada pemerintah soal program subsidi mobil listrik.
Ia mengatakan dalam pidatonya "Deklarasi dan Pengukuhan Amanat Indonesia", bahwa lebih baik mengalihkan subsidi mobil listrik pribadi ke kendaraan umum.
"Ketika kendaraan umum yang didorong dan kendaraan umumnya itu berbasis listrik, maka kita dalam satu langkah dua urusan terselesaikan. Satu, memindahkan dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum dan kendaraan umumnya bebas emisi, itu sebabnya mengapa ke depan arahnya adalah kendaraan umum berbasis listrik dan juga logistik", ujar Anies Baswedan dikutip dari program Breaking News akun YouTube KOMPASTV.
Dalam pidatonya Anies juga menyinggung soal lingkungan hidup yang disebabkan karena polusi udara yang ditimbulkan oleh kendaraan listrik tersebut.
Selain itu ia juga membandingkan dengan emisi karbon yang dianggapnya lebih tinggi pada penggunaan mobil listrik dari pada pada bus berbahan bakar minyak.
"Solusi menghadapi tantangan lingkungan hidup polusi udara bukan lah terletak di dalam subsidi mobil listrik yang pemilik mobil listriknya yang mereka-mereka tidak membutuhkan subsidi. Betul?" tuturnya saat berpidato dalam acara " ucap Anies Baswedan.
"Kalau kita hitung apalagi ini contoh ketika sampai kepada mobil listrik emisi karbon mobil listrik per kapita per kilometer sesungguhnya lebih tinggi daripada emisi karbon bus berbahan bakar minyak," lanjutnya.
Namun setelah munculnya pernyataan tersebut, bagaimana nasib peraturan pemerintah soal subsidi yang tertulis pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 38 Tahun 2023 tentang Pajak Pertambahan Nilai Atas Penyerahan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Roda Empat Tertentu dan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Bus Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2023 (PMK PPN DTP Kendaraan Listrik).
Apakah program tersebut tetap akan dijalankan jika Anies menjabat sebagai Presiden nanti?
Dikutip AyoJakarta.com dari laman suara.com (9/5/2023), kekhawatiran apakah program Jokowi akan diteruskan apa tidak sebenarnya dikarenakan banyak dari proyek pemerintah yang tidak melibatkan langsung Anies Baswedan.
Namun dalam pernyataannya, Anies sendiri pernah merespons spekulasi tersebut dengan mengatakan bahwa pembangunan di Indonesia berjalan sudah sangat panjang dan berkesinambungan dari satu kepemimpinan ke kepemimpinan berikutnya.
Oleh sebab itu Calon Presiden dari Partai Nasdem tersebut mengaku siap untuk melanjutkan pembangunan pemerintahan di bawah Presiden Jokowi saat ini, tapi tak menutup kemungkinan jika akan ada perubahan nantinya.***

Share this article
Calon Presiden Anies Baswedan belakangan banyak dibicarakan terkait kritik yang ia sampaikan kepada pemerintah