AYOJAKARTA.COM -- Dalam salah satu agenda kerja, putra Presiden Jokowi Gibran Rakabuming Raka menerima kedatangan perwakilan dari Uni Emirat Arab.
Pertemuan bersama perwakilan UEA tersebut dilakukan Gibran Rakabuming Raka di Pracima Tuin, Pura Mangkunegaran Solo, Jawa Tengah.
Usai pertemuan yang dilangsungkan sekitar 1 jam secara tertutup, Gibran Rakabuming Raka yang juga merupakan Walikota Solo kembali unjuk kebolehan.
Saat perwakilan UEA memberi keterangan dengan menggunakan bahasa Arab, sosok Walikota yang dikenal humoris ini berperan sebagai penerjemah.
“Beliau secara khusus datang ke Indonesia untuk ke Solo serta Yogyakarta guna kepentingan Islamic Center,” ujar Gibran kepada awak media.
Lebih lanjut Gibran menjelaskan bahwa dalam waktu dekat perwakilan UEA juga akan mendatangi kota Yogyakarta.
Terkait dengan perkembangan Islamic Centre yang berada di kawasan Solo, Gibran menjelaskan akan terus dilakukan perkembangan.
“Nanti terus berprogres, beliau sangat senang bisa berkunjung ke Solo,” imbuh Gibran kepada awak media.
Setelah berlangsungnya pertemuan tertutup, Gibran selanjutnya ikut melepas kepergian para perwakilan UEA hingga ke lahan parkir.
Momen usai tamu pergi tersebut kemudian dimanfaatkan oleh sejumlah ibu-ibu untuk bisa berfoto bersama dengan Gibran.
Hal menarik antara putra Presiden Joko Widodo dengan sejumlah ibu-ibu kembali terjadi usai sejumlah foto berhasil diabadikan.
“Ada Rajanya disana,” ujar Gibran kepada para ibu sambil mempertegas sosok Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya yang juga berada di lokasi.
Mendengar ucapan tersebut, para Ibu yang sempat berswafoto langsung mendekati KGPAA Mangkunegaran X untuk kembali berfoto.
Melihat diserbu oleh sejumlah ibu yang ingin berfoto, sejumlah prajurit Mangkunegaran mulai bersiap, sementara KGPAA Mangkunegaran X salah tingkah.
Baca Juga: Gibran Tepis Isu Jadi Cawapres Prabowo di Pilpres 2024 dengan Dua Penjelasan Ini
Meski dikenal sebagai seorang Walikota Solo, sosok Gibran yang masih belia juga memang dikenal sangat humoris dan berbeda.
Terkait dengan hal tersebut, dalam sebuah acara yang diadakan di Auditorium Universitas Negeri Solo, Gibran menyampaikan alasannya.
Menurut Gibran, kaum muda Indonesia saat ini adalah kelompok masyarakat yang memiliki kecenderungan sukar untuk bersikap serius.
Hal tersebut, menurut Gibran karena didasari pada realitas kehidupannya yang juga sering diunggah ke media sosial.
Gibran beranggapan bahwa untuk menghadapi karakteristik kaum muda, terlebih di dunia maya perlu dihadapi dengan sikap santai.
“Saya posting data BPS, apa ada warganet yang berkomentar? Nggak ada, tapi saat saya posting sendal hilang? Oooo....” sindiran Gibran disambut tawa peserta.
***(Karseno AJ)

Share this article
Pertemuan bersama perwakilan UEA tersebut dilakukan Gibran Rakabuming Raka di Pracima Tuin, Pura Mangkunegaran Solo, Jawa Tengah.