AYOJAKARTA.COM - Momen peringatan Hari Raya Idul Fitri menjadi penting bagi setiap umat islam untuk bersilaturahmi dengan keluarga.
Terlebih bagi para perantau, momen Hari Raya Idul Fitri akan digunakan untuk mudik pulang ke kampung halamannya, terlebih setelah sebelumnya mudik dilarang karena terkendala pandemi.
Kabarnya tahun ini, pemerintah perkirakan jumlah pemudik akan mengalami kenaikan yang sangat pesat dibanding tahun lalu.
Baca Juga: Cara Menyadap WhatsApp Gampang Pakai Social Spy WhatsApp? Cek di Sini Penjelasannya
Adita Irawati selaku Staf khusus Menteri Perhubungan menyampaikan prediksi jumlah pemudik yang akan melakukan perjalanan.
"Tahun ini kita prediksi 123 juta masyarakat yang akan melakukan perjalanan di seluruh Indonesia, untuk berbagai kepentingan tidak hanya mudik saja, dibanding tahun lalu angkanya 85 juta naik cukup tajam," ungkap Adita Irawati dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube tvOneNews.
Menurut hasil survey Adita Irawati menyampaikan sebagian besar pemudik menggunakan kendaraan jalan.
"Kami melihat dari hasil survey yang kami lakukan, 75 persen masyarakat yang akan melakukan perjalanan itu menggunakan angkutan jalan, didominasi oleh angkutan jalan, yang lain tentu ada menggunakan laut, udara, maupun kereta api," ujar Adita Irawati.
Baca Juga: Link Streaming Nonton Persija vs PSS Sleman Malam Ini! Klik Link di Sini!
Adapun langkah-langkah yang dipersiapkan oleh pemerintah menghadapi musim mudik tahun ini Adita Irawati menjelaskan sebagai berikut.
"Salah satunya mempersiapkan rekayasa lalu lintas karena kapasitas jalan tol maupun arteri tentu tidak akan mencukupi dilalui oleh jutaan kendaraan roda empat maupun kendaraan-kendaraan besar," jelas Adita Irawati.
"Ada beberapa skema yang dipersiapkan bekerja sama dengan korlantas Polri termasuk adanya contraflow, one way, dan juga penerapan ganjil-genap," lanjutnya.
Untuk menghindari kepadatan dan kemacetan Adita Irawati menyampaikan akan ada penambahan jalur penyebrangan.
"Dan yang juga krusial adalah penyebrangan, tahun lalu mungkin banyak yang mengalami kepadatan dan kemacetan di jalan tol menuju Merak, Pelabuhan Merak," ungkap Adita Irawati.
"Dan tahun ini kita membagi kepadatan itu tidak hanya di satu pelabuhan, nanti Merak akan ditambah dengan pelabuhan Ciwandan," sambungnya.
Adita Irawati menjelaskan adapun penambahan penyebrangan tersebut menjadi 2 jalur pemisah kendaraan.
"Merak dikhususkan untuk kendaraan roda empat dan bis, sementara Ciwandan untuk roda dua dan angkutan barang mulai 15 April sampai dengan 1 Mei," jelas Adita Irawati.
Sebagaimana dilansir melalui kanal YouTube KOMPASTV, berikut informasi rekayasa lalu lintas di jalan tol Trans Jawa pada musim mudik lebaran 2023 antara lain:
1. One way arus mudik
Tol Cikampek KM 72-Tol Kalikangkung KM 414 dan sebaliknya, berlaku tanggal 18 April 2023 pukul 14.00-24.00 WIB, kemudian pada tanggal 19, 20, 21 April pukul 08.00-24.00.
Baca Juga: Alhamdulillah! David Ozora Sudah Bisa Pulang, Namun Harus Jalani Terapi Ini Selama 6 Bulan Kedepan!
2. One way arus balik
Gelombang 1 pada tanggal 24 April 2023 pukul 14.00-24.00 WIB, kemudian tanggal 25-26 April 2023 pukul 08.00-08.00 WIB.
Gelombang 2 pada tanggal 29 April 2023 pukul 14.00-24.00, 30 April 2023 pukul 08.00-24.oo, dan 1-2 Mei 2023 pukul 08.00-08.00 WIB.
3. Contra Flow arus mudik
Tol Karawang Barat KM 47-Tol Cikampek KM 72 dan sebaliknya, berlaku tanggal 18 April 2023 pukul 14.00-24.00 WIB, dan pada tanggal 19, 20, 21 April 2023 pukul 08.00-24.00.
Baca Juga: Rafael Alun Jadi Investor RANS hingga Aset Raffi Ahmad Ludes Disita, Benarkah Faktanya?
4. Contra Flow arus balik
Gelombang 1 pada tanggal 24 April 2023 pukul 14.00-24.00 WIB, tanggal 25-26 April 2023 pukul 08.00-08.00 WIB.
Gelombang 2, pada tanggal 29 April 2023 pukul 14.00-24.00 WIB, 30 April 2023 pukul 08.00-24.00 WIB, tanggal 1-2 Mei 08.00-08.00 WIB.***

Share this article
Langsung simak berikut informasi rekayasa lalu lintas di jalan tol Trans Jawa pada musim mudik lebaran 2023, lihat di sini!