AYOJAKARTA.COM--Baru saja diumumkan, penyaluran bantuan sosial (bansos) Ramadan berupa Beras, Telur, dan Ayam berubah lagi.
Hal ini merupakan berkah menyambut bulan Ramadan, karena pemerintah segera cairkan bantuan sosial pangan untuk tiga bulan mulai bulan Maret, April, dan Mei 2023.
Terkait dengan kapan penyaluran bantuan sosial pangan ini, Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata memberikan penjelasannya.
Ia menyebut bahwa penyaluran bansos pangan bisa segera terlaksana mulai bulan Maret tahun 2023.
Isa Rachmatarwata mengatakan bahwa beras yang akan diberikan sudah tersedia di Perum Bulog. Hal ini berarti stok yang akan dibagikan kepada masyarakat sudah disiapkan.
Baca Juga: Asyik! Jelang Ramadan, Bansos KPM PKH dan BPNT 2023 Bakal Cair dengan Bonus Beras, Ayam, dan Telur
Menurutnya tujuan pemberian bantuan ini untuk mengendalikan inflasi dan pengendalian harga pada beberapa komoditi pangan di tingkat produsen.
“Sudah disampaikan oleh Bu Menteri ya, bahwa sebenarnya ini tujuannya untuk mengendalikan inflasi,” ujar Isa Rachmatarwata dikutip ayojakarta.com melalui YouTube Arfan Saputra Channel, Rabu (15/3/2023).
“Dan juga harga beberapa komoditi pangan di tingkat produsen,” imbuhnya.
Lebih lanjut ia juga menyebut bahwa cara agar mengendalikan inflasi dan harga barang dengan memberikan beras secara gratis yang dijadikan sebagai bantuan pangan.
Sasaran bantuan ini kepada keluarga penerima manfaat yang terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).
Bantuan pangan Ramadan ini diperkirakan akan diberikan pada 21,3 juta keluarga yang akan ditagihkan kepada APBN sejumlah Rp7,8 triliun.
“Caranya kita akan membagikan beras ya secara gratis tentunya, maka ini menjadi bantuan pangan kepada keluarga penerima manfaat di dalam DTKS,” kata Isa Rachmatarwata.
“Kita menggunakan basisnya DTKS, itu diperkirakan akan diberikan kepada 21,3 juta keluarga. Untuk saat ini perkiraan kami ini akan ditagihkan kepada APBN Rp7,8 triliun,” tambahnya.
Sedangkan untuk bantuan ayam dan telur, Dirjen Anggaran Kemenkeu mengungkapkan bahwa akan disalurkan pada keluarga dengan balita atau anak yang berpotensi stunting.
Sudah ada perkiraan data dari BKKBN sementara sekitar 2,1 juta keluarga yang akan menerima bantuan ini.
Adapun penyaluran bantuan tersebut akan ditagihkan pada APBN termasuk untuk distribusinya sekitar Rp460 miliar untuk tiga bulan pembagian yaitu bulan Maret, April, dan Mei 2023.
“Untuk ayam dan telur ini nanti akan dibagikan kepada keluarga dengan balita atau anak yang berpotensi stunting,” ungkap Isa Rachmatarwata.
“Perkiraan sementara datanya dari BKKBN, perkiraan sekitar 2,1 juta keluarga yang akan menerima bantuan ini,” pungkasnya.***

Share this article
Sasaran bantuan ini kepada keluarga penerima manfaat yang terdaftar dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).